DMDI Sulteng Akan Gelar Festival Budaya Nusantara Meriahkan HUT ke-81 RI
Kegiatan ini mengusung misi besar, yaitu mengimplementasikan program "Berani Harmoni" di tengah keberagaman suku dan budaya masyarakat yang menetap di Sulawesi Tengah.
PALU, METROSULAWESI.NET – Dewan Pengurus Wilayah Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Sulawesi Tengah akan menyelenggarakan ajang bergengsi bertajuk Festival Budaya Nusantara. Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada akhir bulan Agustus 2026 mendatang.
"Kegiatan ini sekaligus memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia," jelas Ketua Harian DMDI Sulawesi Tengah, Dr. H. Suaib Djafar, M.Si, saat ditemui usai rapat pembentukan panitia pelaksana di Palu, Rabu, 24 Juni 2026.
Dia menjelaskan bahwa festival ini mengusung misi besar, yaitu mengimplementasikan program "Berani Harmoni" di tengah keberagaman suku dan budaya masyarakat yang menetap di Sulawesi Tengah. Festival ini juga dirancang untuk mengangkat serta melestarikan kearifan lokal yang sarat akan nilai-nilai luhur dan keislaman.
"Di Sulawesi Tengah ini banyak teman-teman kita yang dari luar daerah, termasuk dari Batak, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Jawa, dan sebagainya. Inilah yang kita hadirkan sebagai salah satu kegiatan yang menciptakan kebersamaan. Kalau dalam bahasa Kaili itu musangu, morambanga, musabatutu, yakni sikap kebersamaan," ujar Suaib.
Suaib merincikan terdapat empat kategori utama perlombaan dan pagelaran yang akan dilaksanakan: Pertama, Pergelaran Busana Pengantin Nusantara sebagai wadah mempertemukan dan merayakan keberagaman pakaian adat pengantin dari berbagai suku.
Selanjutnya, Lomba Zapin / Jepeng Kreasi sebagai kompetisi seni tari untuk menjaga dan mengembangkan kebudayaan Islam.
Berikutnya, Lomba Rebana Lintas Generasi sebagai sarana pelestarian musik religi yang melibatkan kolaborasi generasi tua dan muda.
Terakhir, Lomba Kuliner Berbahan Dasar Ikan. Ini merupakan kompetisi memasak untuk mengoptimalkan potensi daerah sekaligus mendukung program penekanan angka stunting.
Terkait keterlibatan generasi muda pada lomba rebana, Suaib menekankan pentingnya aspek edukasi kultural.
"Lintas generasi dimaksudkan agar supaya yang orang tua sekaligus anak muda itu saling memberikan dukungan, semacam aspek edukasi. Satu menyemangati anaknya, sekaligus melestarikan kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya," tambahnya.
Selain itu, ia memaparkan alasan di balik pemilihan lomba kuliner ikan yang sejalan dengan program strategis pemerintah daerah.
"Kenapa demikian? Ini kan programnya Gubernur juga, berani tangkap banyak. Dan sekaligus untuk mendistribusikan karena ikan ini salah satu juga untuk stunting dan seterusnya, itu antara lain hasil kerja sama kami dengan P2KHB," jelas Suaib.
Mengenai lokasi acara, panitia memproyeksikan kegiatan ini akan dipusatkan di Jojo Kode Convention Center (JCC) Jalur 2 Jln Moh Yamin Palu, atau alternatif hotel representatif lainnya yang akan diputuskan oleh jajaran panitia inti.
Festival ini dipastikan berlangsung semarak karena tidak hanya melibatkan masyarakat nusantara di Sulawesi Tengah, melainkan juga mengundang perwakilan pengurus pusat DMDI Jakarta serta delegasi mancanegara seperti Malaysia dan Thailand yang akan hadir sebagai utusan muhibah budaya melalui koordinasi Ketua Umum DMDI.
Dalam menyukseskan jalannya acara, DMDI Sulteng berkolaborasi aktif dengan sejumlah organisasi, di antaranya Himpunan Seni Budaya Islam (HSBI), Lembaga Adat Perempuan Livu Mombine, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tengah.
Kemeriahan Festival Budaya Nusantara ini dipastikan akan semakin berwarna dengan adanya keterlibatan aktif dari kelompok pra-lansia dan lansia di Sulawesi Tengah. Penggiat kelompok lansia, Alfina A. Deu, menyatakan kesiapan mereka untuk berkontribusi menyukseskan acara melalui sinergi pertunjukan kebudayaan khas daerah.
"Insyaallah nanti kami dari penggiat pra-lansia maupun lansia akan berkontribusi aktif juga di dalam kegiatan ini. Kami berupaya menghimpun seluruh lansia maupun pra-lansia untuk ikut juga memeriahkan acara ini dengan menampilkan fashion show bagi para lansia," ungkap Alfina saat memberikan keterangan.
Menurut Alfina, ajang fashion show ini menjadi bentuk penghormatan dan ruang ekspresi bagi para lansia untuk menunjukkan bahwa ruang kreativitas tidak terbatas oleh usia. Pakaian yang ditampilkan nantinya akan diutamakan fokus pada kekayaan budaya khas Sulawesi Tengah. (*)
Apa Reaksimu?

