Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Jelajah Padang Ternak hingga Hutan Lore

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) menjalankan misi kesehatan lintas sektor di kawasan Tampo Lore, Kabupaten Poso, Senin (10/8).

Agustus 13, 2026 - 10:30
Tim Ekspedisi Patriot UNAIR Jelajah Padang Ternak hingga Hutan Lore
Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) menjalankan misi kesehatan lintas sektor di kawasan Tampo Lore, Kabupaten Poso, Senin (10/8). (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Tim Ekspedisi Patriot Universitas Airlangga (UNAIR) menjalankan misi kesehatan lintas sektor di kawasan Tampo Lore, Kabupaten Poso, Senin (10/8).

Bermukim di Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, tim ini diketuai oleh Shelly Wulandari, drh, MSi, PhD dari Fakultas Vokasi (FV). Anggota tim terdiri dari drh Putri Jelita, MP, Sulistiarini Kadir, drh, Yunita, SKM, MEpid, Dayang Urmila Shahnaz Vedy, drh, dan Rizqiyah Laily Ahdad SM.

Tim tersebut mengintegrasikan riset, pemetaan risiko penyakit, pendampingan masyarakat, kesehatan hewan hingga keamanan pangan dalam program “Desa Sentinel One Health dan Pangan Hewani ASUH Tampo Lore”. 

Program tersebut lahir dari karakter kawasan yang mempertemukan permukiman warga, peternakan, pertanian, sumber air hingga hutan, sehingga interaksi antara manusia, hewan pendamping, dan satwa liar terjalin erat dan berpotensi menimbulkan penyakit. 

Tidak hanya menyasar hewan ternak produktif seperti sapi. Tim turut memeriksa hewan pendamping dan satwa liar seperti anjing, kucing, babi, dan unggas sesuai kondisi wilayah. 

Anjing menjadi hewan dengan perhatian khusus karena berinteraksi dekat dengan manusia dan berpotensi menjadi mata rantai penularan zoonosis termasuk rabies. Pengamatan turut menyasar satwa liar seperti kelelawar, unggas, caplak, lalat, nyamuk, hingga keong yang berkaitan dengan penularan penyakit schistosomiasis

Shelly Wulandari menegaskan bahwa pendekatan One Health

yang timnya jalankan tidak berhenti pada pengambilan sampel semata. “Hasil pemetaan risiko diharapkan menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan yang dapat dilaksanakan masyarakat bersama pemerintah daerah”, tegasnya.

Selain mitigasi penyakit, tim turut mendorong penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) pada pangan produk hewani. Prinsip tersebut mencakup kesehatan ternak, higiene penyembelihan, penanganan karkas, hingga penyimpanan daging. Tim tidak lupa menyiapkan SOP pangan ASUH, edukasi penanganan karkas, serta pemeriksaan organoleptik sederhana bagi masyarakat. 

Selanjutnya, tim juga melakukan berbagai berbagai kegiatan berkaitan dengan hewan dan manusia. Kegiatan tersebut yaitu screening terpadu manusia-hewan-pangan-lingkungan, edukasi zoonosis, klinik lapang kesehatan hewan, pembentukan kader One Health Desa serta pengembangan sistem pelaporan dini berbasis masyarakat. Program-program tersebut telah tim susun untuk memastikan keberlanjutan perlindungan kesehatan.

Bagi tim UNAIR, Tampo Lore menjadi laboratorium alam yang membuktikan bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan tidak dapat terpisah. Target program menghasilkan peta risiko zoonosis, database awal One Health, kader desa, sistem deteksi dini, SOP pangan ASUH, hingga rekomendasi kebijakan yang dapat teraplikasikan pada kawasan transmigrasi lain. 

Melalui satu data, satu pemeriksaan, dan satu mata rantai kesehatan pada satu waktu, tim berharap Tampo Lore tumbuh menjadi kawasan transmigrasi yang sehat, aman, dan sejahtera.

Reporter: Saiful Sulayapi 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow