Hari Sumpah Pemuda, Sivitas Untad Diajak Teladani Jiwa Patriotik

Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 di Lapangan Upacara Universitas Tadulako, Rabu, 28 Oktober 2026.

Oktober 30, 2026 - 08:30
Hari Sumpah Pemuda, Sivitas Untad Diajak Teladani Jiwa Patriotik
Rektor Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 di Lapangan Upacara Universitas Tadulako, Rabu, 28 Oktober 2026. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98 di Lapangan Upacara Universitas Tadulako, Rabu, 28 Oktober 2026.

Dalam keterangannya usai kegiatan, Prof. Amar menegaskan pentingnya mengimplementasikan pesan utama dari Menteri Pemuda dan Olahraga yang berfokus pada penguatan jiwa patriotik, kegigihan, dan empati bagi seluruh sivitas akademika.

"Ada tiga poin utama yang kita garisbawahi, yaitu bagaimana kita menjalankan jiwa patriotik, kemudian gigih, dan berempati," ujar Prof. Amar.

Menjelaskan poin pertama, ia memaknai patriotisme bagi sivitas akademika Untad sebagai komitmen untuk terus mempertahankan dan memperkuat persatuan serta kesatuan bangsa. 

Sebagai bagian dari satu bangsa dan satu bahasa, nilai-nilai kebersamaan serta kepatuhan terhadap seluruh peraturan dan pola pembangunan institusi harus dijunjung tinggi sebagai bentuk patriotisme nyata terhadap bangsa.

Poin kedua yang ditekankan adalah sifat gigih. Menurutnya, kegigihan berarti memiliki semangat juang yang tidak pernah padam dalam memajukan institusi serta menghilangkan segala bentuk rasa pesimisme. 

Ia mencontohkan bagaimana mahasiswa dan program studi di Untad telah menunjukkan kegigihan tersebut dengan meraih berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Poin ketiga yang tidak kalah penting adalah kepedulian dan empati. Prof. Amar menyoroti pentingnya kepekaan dalam menghadapi tantangan global saat ini, termasuk isu-isu iklim dan lingkungan. 

Rektor mengingatkan bahwa perguruan tinggi harus menjadi teladan dalam merawat lingkungan sekitar sebagai wujud empati nyata kepada masyarakat.

Menanggapi pertanyaan terkait upaya menjaga kebhinekaan di lingkungan kampus, Prof Amar mengungkapkan bahwa Untad saat ini dihuni oleh mahasiswa dari lebih 27 provinsi dengan latar belakang suku, agama, dan ras yang sangat beragam. 

Untuk merawat hal tersebut, Untad secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai toleransi melalui mata kuliah, kegiatan keagamaan, kemahasiswaan, hingga penerapan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan kampus sehari-hari.

"Keragaman kita merupakan kekuatan. Tetapi ini juga bisa menjadi bumerang apabila keragaman itu tidak kita kelola dengan baik," ujar Rektor. 

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ini, Rektor berharap seluruh elemen di lingkungan Untad dapat terus bergerak bersama dan menjaga solidaritas demi kemajuan institusi.

Pewarta: Michael Simanjuntak 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow