Rachmat Gobel dan Jejak Pembangunan di Gorontalo
Oleh Susanti Sako
Gorontalo, 10/7 (ANTARA) - "Kita bangun desa wisata. Tempat ini pemandangannya bagus, saya lihat aliran sungai, airnya sangat bersih. Anak-anak turun mandi ke sungai, saya lihat mereka senang dan bergembira. Kita pikirkan tidak hanya bagaimana menyelesaikan masalah, tapi bagaimana membangun konsep mengatasi masalah," kata Rachmat Gobel.
Kalimat itu ia tuturkan saat meninjau pemukiman Komunitas Adat Terpencil yang dihuni 57 kepala keluarga di Dusun Buade, Desa Didingga, Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara.
Pemukiman tersebut, sebelumnya dihantam banjir bandang, menyebabkan 68 rumah terdampak, tiga unit di antaranya roboh, belasan lainnya rusak parah, sisanya rusak sedang.
Konsep desa wisata disampaikan Rachmat saat menyapa masyarakat terdampak di desa tersebut. Ia berkeinginan kuat agar desa tersebut dibangun mengikuti keindahan alam yang dimiliki.
Dia juga ingin desa tersebut menjadi desa wisata yang kuat, dengan mengandalkan alamnya. Rumah-rumah terdampak banjir ditata ulang, dicat ulang, areal pertanian ditata kembali. Desa itu kembali dibangun dengan konsep desa wisata yang kuat, sehingga saat orang datang berkunjung, tidak hanya menikmati keindahan alam di desa, namun bisa menginap dan ikut melakukan aktivitas pertanian, mulai dari menanam, hingga memanen.
Rahasia Umur
Pada kesempatan itu, Rachmat Gobel mengutarakan renungan tentang umur. Dia menyampaikan bahwa umur adalah rahasia Allah dan tidak ada satupun orang yang bisa memperkirakan umur. Bagi dia, yang tidak perlu menjadi rahasia adalah bagaimana niat dan tindakan kita untuk berbuat kebaikan membangun negeri, khususnya Gorontalo.
Seperti ungkapan yang pernah disampaikannya mengenai umur, Rachmat Gobel berjumpa dengan salah satu rahasia Allah.
Tokoh asal Gorontalo dan pengusaha sukses yang menjabat anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Gorontalo untuk periode 2024 hingga 2029 ini mengembuskan napas terakhir pada Jumat (10 Juli 2026) di Jakarta sekitar pukul 04.00 WIB.
Pria kelahiran Jakarta, 3 September 1962 ini merupakan salah satu tokoh kebanggaan masyarakat Gorontalo. Nama Rachmat sangat harum dan dikenal sebagai salah satu anggota DPR RI yang kerap pulang kampung Gorontalo.
"Kalau di Gorontalo, beliau tidak mau diam saja di rumah. Maunya berkunjung ke daerah-daerah, menggagas banyak konsep pembangunan dan mewujudkannya dengan perencanaan yang matang," kata Roni Imran, salah satu kader partai yang dikenal dekat dengan Rachmat Gobel.
Saat kepergian almarhum Rachmat Gobel menemui Tuhan, Roni berada di Jakarta yang rencananya untuk membicarakan banyak hal.
"Sedih dengan peristiwa kematian ini, tapi bersyukur saya ditakdirkan hadir dalam prosesi pemakaman beliau," kata mantan Wakil Bupati Gorontalo Utara tersebut.
Rachmat Gobel meninggalkan seorang isteri dan dua orang anak. Salah satu warisan yang dijaganya dengan sangat baik, adalah keberadaan Pondok Pesantren Hubulo.
Pondok pesantren berkonsep pendidikan Islam modern yang terletak di Desa Kramat, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango, itu terkenal di Nusantara.
Kecintaan Rachmat pada anak bangsa, terlihat pada perhatiannya yang tinggi terhadap keberlangsungan pendidikan di Pondok Pesantren Hubulo.
Tidak hanya itu, Rachmat Gobel banyak mengaktualisasikan pokok-pokok pikirannya pada penataan dan pengembangan pondok-pondok pesantren lain yang ada di Provinsi Gorontalo.
"Kami bangga, beliau menunjukkan keteladanan melalui perhatiannya pada masa depan anak-anak bangsa, khususnya bagi dunia pendidikan di Gorontalo," kata Taufik, warga Gorontalo yang mengaku mengidolakan Rachmat Gobel.
Ia mengaku bangga, sosok Rachmat Gobel mampu mencurahkan perhatiannya pada dunia pendidikan secara holistik.
Almarhum meninggalkan jejak kepedulian pada peningkatan kualitas anak-anak melalui pendidikan formal, juga penguatan pembangunan fasilitas pendidikan terealisasi sesuai harapan.
Menara Pakaya
Konsep membangun Gorontalo dengan Cahaya Terang direalisasikan Rachmat Gobel di Menara Pakaya atau Pakaya Tower yang sebelumnya dikenal dengan nama Menara Keagungan Limboto.
"Gemerlap lampu Pakaya Tower langsung mengingatkan kita pada sosok Rachmat Gobel," kata Rosdian, warga Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Sebagai warga, Rosdian yang mengaku asli warga Limboto, tahu persis gagahnya Pakaya Tower karena tangan dingin Rachmat Gobel yang menata menara setinggi 65 meter di pusat ibu kota Kabupaten Gorontalo tersebut. Menara itu tampak megah, bahkan ada yang menilai lebih cantik dari Menara Eiffel di Kota Paris.
"Kami bangga, Gorontalo terang benderang terlihat dari megah dan cantiknya Menara keagungan ini. Orang datang ke Gorontalo ingin melihat menara berhias kerlap kerlip lampu berwarna warni ini," kata Rosdian.
Tidak hanya itu, di bawah menara, tampak taman rakyat yang berhias "bola dunia". Sebuah layar TV bulat, yang dihadirkan Rachmat Gobel menambah keindahan Limboto.
Konsep pembangunan yang cepat dan terencana menjadi salah satu warisan kebaikan yang ditancapkan Rachmat Gobel di Gorontalo.
Banyak orang mengungkapkan seluruh kebaikan yang ditinggalkan almarhum Rachmat Gobel di Gorontalo, termasuk di wilayah pesisir bagian utara.
Selain mengungkap sisi keteladanan hidup, banyak warga yang ikut sedih atas kepergian tokoh pengusaha tersebut.
Dimakamkan di Jakarta
Menanti kedatangan tokoh besar di Gorontalo, menjadi tradisi bagi masyarakat daerah itu, termasuk kedatangan jenazah almarhum Rachmat Gobel.
Harapan masyarakat untuk menyambut jenazah tokoh yang dikenal sebagai pengusaha besar itu tidak dapat terwujud.
Mantan Wali Kota Gorontalo Marten Taha mengatakan sebelumnya informasi-informasi yang diterima bahwa ada keinginan dari sebagian keluarga untuk membawa jenazah ke Gorontalo.
Informasi terakhir menyebutkan bahwa Rachmat Gobel akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata di Jakarta.
Rachmat Gobel adalah penyandang Bintang Maha Putera Adi Pradana, sehingga berhak untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.
Oleh karena itu, atas keputusan keluarga juga dengan pemerintah, siang ini jenazah almarhum akan disemayamkan di gedung DPR RI dan sesudah itu diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan Kalibata untuk dimakamkan.
Atas keputusan tersebut, pihak keluarga di Gorontalo bersama masyarakat akan menyelenggarakan doa-doa dan zikir pembacaan Surat Yasin dan pengajian setiap malam.
Doa bersama tersebut kemungkinan akan dilaksanakan di rumah adat Tapa, tempat tinggal Rachmat Gobel selama berada di Gorontalo. Selain itu, doa bersama juga akan digelar di tempat-tempat lainnya atas di inisiatif kader dan partai tempat dia berkiprah semasa hidup. (antara)
Apa Reaksimu?

