PSMTI Sulteng Bantu Alat Belajar Untuk 100 Murid SD 2 Kamarora B
Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan peralatan belajar untuk 100 murid di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kamarora B Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
PALU, METROSULAWESI.NET- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan peralatan belajar untuk 100 murid di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Kamarora B Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi.
Bantuan tersebut sebagai bagian dari kepedulian PSMTI Sulteng untuk meringankan warga terdampak gempa bumi yang terjadi pekan lalu.
Ketua PSMTI Sulteng, Wijaya Chandra berharap bantuan yang diberikan bisa meringankan anak-anak sekolah.
“Berharap anak-anak terdampak gempa bisa bangkit kembali, mewarnai, indahnya alam Nokilalaki, mengaris masa depan, mempertajam insting, dan mencatat masa pepan cerah. Bangkit kembali masyarakat terdampak gempa Palolo Nokilalaki,” kata Chandra, Minggu 28 Juni 2026.
Bantuan yang diberikan yakti: Tas 100 buah, Buku 100 pak, Pulpen 25 lusin, Pensil 25 lusin, Penghapus 100 buah, Tempat pensil 100 buah, Penggaris 100 buah, Penggorok 100 buah, Pensil warna 100 batang,
PSMTI Sulteng di bawah kepemimpinan Wijaya Chandra terhitung sangat aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Tidak hanya menyalurkan bantuan kepada korban yang terkena musibah, PMSTI Sulteng juga kerap kali hadir memberikan bantuan pada kegiatan organisasi kemasyarakatan.
Pada April 2026 lalu, PSMTI Sulteng ikut berpartisipasi menyiapkan posko makan dan minum gratis untuk mendukung Haul ke-58 Sayyid Idrus bin Salim Aljufri pada 1 April 2026. Posko tersebut disiapkan untuk melayani ribuan jemaah yang diperkirakan hadir dari berbagai daerah.
Bantuan yang disalurkan meliputi 400 dus air minum kemasan atau sekitar 19.200 gelas, 2.000 es krim, serta 1.000 roti cokelat yang akan dibagikan langsung kepada jemaah.
Ketua PSMTI Sulteng sekaligus Ketua APINDO Sulteng, Wijaya Chandra, menyatakan, partisipasi ini merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan sekaligus wujud kepedulian sosial lintas komunitas.
“Haul Guru Tua bukan hanya milik satu kelompok, tetapi menjadi momentum kebersamaan seluruh masyarakat. Kami ingin hadir dan berkontribusi langsung,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyediaan posko gratis bertujuan memberikan kenyamanan bagi jemaah, terutama dalam memenuhi kebutuhan konsumsi di tengah cuaca panas.
Program ini merupakan inisiatif yang telah berjalan lebih dari lima tahun dan melibatkan kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan lembaga keagamaan.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor sekaligus memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di Sulawesi Tengah. (din/*)
Apa Reaksimu?

