Wagub Sulteng Buka Mubes BMA 2026, Dorong Penguatan Lembaga Adat

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mendorong penguatan kelembagaan adat sebagai pilar menjaga kearifan lokal menuju Sulteng Nambaso.

Apr 17, 2026 - 10:30
 0
Wagub Sulteng Buka Mubes BMA 2026, Dorong Penguatan Lembaga Adat
Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah di Palu, Rabu (15/4/2026). (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mendorong penguatan kelembagaan adat sebagai pilar menjaga kearifan lokal menuju Sulteng Nambaso.

Hal itu dikatakan Wagub saat membuka pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Daerah di Palu, Rabu (15/4/2026). 

Wakil Gubernur mengatakan BMA memiliki peran strategis dalam menjaga, melestarikan, serta mengatur tatanan adat istiadat di daerah.

“Badan Musyawarah Adat adalah lembaga yang benar-benar mengurus adat istiadat. Karena itu, tidak boleh ada pihak yang mengganggu atau mencampuri kewenangan tersebut. Kita harus memahami perbedaan peran antara BMA dan forum komunikasi adat, agar tidak terjadi salah tafsir,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen adat untuk terus memperkuat sinergi dan menjaga harmonisasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menjaga kearifan lokal sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Selain itu, Wakil Gubernur menyoroti pentingnya nilai-nilai budaya dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat. Melalui program “Berani Berkah”, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong penguatan nilai keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut memaparkan sejumlah program unggulan pemerintah daerah dalam kerangka “9 Berani” sebagai peta jalan menuju Sulteng Nambaso. Program tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kelistrikan, hingga penguatan jaringan telekomunikasi.

“Program ini kami hadirkan untuk memastikan masyarakat Sulawesi Tengah semakin sejahtera. Mulai dari beasiswa yang telah menjangkau puluhan ribu penerima, layanan kesehatan gratis, hingga pembangunan infrastruktur dan jaringan di wilayah terpencil,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Wakil Gubernur berharap Mubes BMA 2026 dapat menghasilkan keputusan strategis dalam memperkuat kelembagaan adat serta menjadi wadah mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat Sulawesi Tengah. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow