Wali Kota Marah, Pengawasan Kendor
Dua hari pasca Idulfitri 1447 Hijriyah, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melakukan sidak kebersihan ke sejumlah titik jalan protokol di dalam Kota Palu, Senin pagi 23 Maret 2026.
Sidak Sejumlah Titik di Dalam Kota
PALU, METROSULAWESI.NET - Dua hari pasca Idulfitri 1447 Hijriyah, Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, melakukan sidak kebersihan ke sejumlah titik jalan protokol di dalam Kota Palu, Senin pagi 23 Maret 2026.
Hadianto yang kala itu didampingi Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot), Irmayanti Pettalolo dan sejumlah pejabatnya, tampak marah ketika melihat tumpukan sampah memenuhi drainase di bilangan Jalan Gatot Subroto dan depan SMA Negeri 1 Palu.
“Saya tidak mau tahu, begini ini. Semua harus memberikan kontribusi, yang tidak peduli dengan lingkungannya, harus peduli. Sekolah ini, kalau dia tidak bisa tertibkan dia punya pekarangan depan, kasih bagian juga. Siapa yang tidak peduli dengan lingkungannya, sanksi dia,” kata Hadianto dengan nada tegas.
Tidak hanya sampah, Hadianto juga terlihat marah ketika melihat salah satu tempat jualan yang terlihat kumuh.
“Jualannya kumuh begitu, anggak ada. bongkar. Kalau mau jualan, kasih bagus tempat. Kalau nggak bagus tempat, janganlah,” tandas Hadianto.
“Kita tidak minta juga mewah-mewah, yang penting rapi, bersih, tertib. Nggak ada lagi model-model begini, tempat-tempat begini nih,” tambah Hadianto.
Sambil menyusuri trotoar di Jalan Soeprapto, Hadianto kembali sesak melihat sampah berserahkan di depan SMA 1 Muhammadiyah dan di SMP 14 Palu. Dia pun kembali mengingatkan agar jajarannya melakukan pemeriksaan setiap hari.
“Saya sudah bilang, Pol PP, komiu, Dishub pemeriksaan setiap hari. Satu kali saja kendor, ya begini hasil kalau satu kali kita kendor. Nggak ada ini, sanksi semua ini,” tegas Hadianto.
“Ini tanggung jawab sekolah harus ada, dulu kita juga sekolah bisa buat kerja bakti dulu. Masak anak-anak sekarang nggak bisa kita arahkan. Itu harus dibangun gitu, supaya jadi kultur,” kata Wali Kota.
Di bilangan jalan itu, Wali Kota menemukan beberapa tutup drainase yang hampir copot.
“Ini sedikit lagi sudah mau dicuri orang ini, karena tidak ada pemeriksaan,” tandasnya.
“Mau jadi apa kita, uang keluar, kita bikin ini, habis itu keluar uang lagi, bikin lagi, diambil lagi, dicuri lagi,” tambahnya.
Wali kota menyebutkan, bersih dan rapinya kota ini tergantung bagaimana menjaganya. Pemkot Palu tidak bisa sendirian untuk memastikan kota ini tetap nyaman untuk ditinggali.
“Kita semua harus jadi pengawas, harus mau menegur, harus saling menjaga,” ujarnya.
Untuk memaksimalkan kebersihan Kota, Wali Kota berencana akan menambah jumlah petugas kebersihan. Terutama dari kalangan non muslim agar saat libur panjang lebaran seperti saat ini kebersihan tetap terjaga.
“Mari kita saling semua saling mengawasi agar kota ini benar-benar nyaman bagi seluruh warga,” tulis Hadianto di akun Instagramnya.
Tidak hanya jalan Soeprapto, Hadianto juga memantau kondisi kebersihan di Jalan Veteran, Jalan Ir. Juanda, Jalan Samratulangi, kawasan Taman Nasional, Jalan Wolter Monginsidi, hingga Jalan Kartini.
Adapun instansi yang terlibat dalam pemantauan tersebut di antaranya Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan Kota Palu yang bersih, tertata, dan nyaman bagi seluruh warga. (din/*)
Apa Reaksimu?
