324 Guru PAI Terima Sertifikasi PPG
Sebanyak 324 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Palu menerima sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), pada Rabu, 8 Januari 2026.
PALU, METROSULAWESI.NET - Sebanyak 324 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di Kota Palu menerima sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), pada Rabu, 8 Januari 2026.
Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Palu, Muhammad Asri, mengungkapkan pencapaian ini merupakan buah dari koordinasi intensif yang dibangun sejak tahun 2022 bersama Wali Kota Palu dan Dinas Pendidikan.
Asri menyoroti betapa lambatnya laju sertifikasi jika hanya mengandalkan skema reguler pusat. Ia memaparkan data pembanding yang mencolok yang mana pada 2021, kuota PPG untuk guru PAI di Palu hanya menyentuh angka 6 orang. Sebuah angka yang jauh dari ideal mengingat rasio kebutuhan guru agama yang terus meningkat.
"Alhamdulillah, setelah koordinasi dengan pemerintah daerah, Wali Kota, dan Kepala Dinas, akhirnya mulai tahun 2022 kita bisa melakukan percepatan PPG ini. Kalau kita hanya mau menunggu bantuan pusat, antrean ini tidak akan pernah selesai. Berkat arahan Kepala Kantor Kemenag Kota Palu dan komitmen Wali Kota, akhirnya bapak ibu berhasil mengikuti PPG," ujar Asri.
Menurutnya, langkah ini menegaskan bahwa pendidikan agama bukan hanya domain vertikal Kementerian Agama, melainkan tanggung jawab kolektif yang juga diemban oleh pemerintah daerah demi kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Islam, Irsan, mengingatkan tunjangan profesi yang diterima para guru harus berbanding lurus dengan peningkatan kualitas pengajaran, khususnya dalam membentengi siswa dari dampak negatif disrupsi teknologi.
Irsan menegaskan guru PAI harus jadi garda terdepan dalam meletakkan fondasi moral. Tantangan terbesar saat ini bukan lagi sekadar transfer pengetahuan, melainkan menjaga tumbuh kembang anak dari pengaruh teknologi yang tak terkendali.
"Ada beberapa hal krusial yang harus diperhatikan kita sebagai guru PAI. Kita harus memberikan pondasi kepada anak-anak kita, karena sekarang pengaruh teknologi sangat berdampak pada tumbuh kembang mereka," tandas Irsan.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?
