BMKG: Gempa Susulan di Sulteng 782 Kali Hingga Hari Ketiga Bencana
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa susulan di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 782 kali hingga hari ketiga setelah bencana alam.
PALU, METROSULAWESI.NET- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan gempa susulan di Sulawesi Tengah (Sulteng) sebanyak 782 kali hingga hari ketiga setelah bencana alam.
"Dari pantauan dan analisa kami lakukan, gempa susulan dengan kekuatan terbesar magnutudo 5,3," kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu Djati Cipto Kuncoro di Palu, Kamis.
Ia menjelaskan gempa susulan masih merupakan rangkaian gempa besar magnitudo 6,7 dengan episenter 42 kilometer arah tenggara Kota Palu, kedalaman 10 Kilometer yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6).
BMKG mengimbau kepada masyarakat tetap tenang dan tidak panik, lalu selalu memperbaharui perkembangan informasi kegempaan dirilis pemerintah daerah (pemda) maupun otoritas terkait.
"Kami terus melakukan pemutakhiran perkembangan data kegempaan dan kami informasikan kepada masyarakat melalui kanal resmi BMKG maupun pemda setempat," ujarnya.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) nomor: 300.2.1/199/BPBD-C.ST/2026 tentang penetapan status tanggap darurat bencana gempa bumi berlaku mulai 7 sampai 23 Juni 2026.
Status tanggap darurat meliputi wilayah Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, dan Poso.
Sebelumnya Wakil Bupati Sigi Samuel Pongi mengatakan, gempa yang mengguncang kabupaten itu memberikan dampak kepada masyarakat.
Sejak hari pertama bencana pemerintah setempat telah melakukan langkah-langkah darurat membantu mengevakuasi warga ke tempat yang aman.
"Kami berupaya memberikan pelayanan prima kepada warga terdampak. Pemerintah daerah juga telah mendirikan posko induk, posko kesehatan maupun dapur umum untuk melayani kebutuhan masyarakat," ucap Samuel yang juga Ketua Satgas Tanggap Darurat Bencana Sigi.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan jumlah korban meninggal dunia akibat guncangan gempa di Sulawesi Tengah bertambah menjadi tiga orang, berdasarkan pemutakhiran data kaji cepat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pada Kamis mengatakan bahwa ketiga korban meninggal dunia seluruhnya teridentifikasi berada di wilayah administratif Kabupaten Sigi, yang menjadi episentrum dampak terparah.
"Hingga Kamis pukul 13.51 WIB, korban jiwa terkonfirmasi tiga orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan 91 orang luka ringan. Sementara itu dampak kumulatif kebencanaan melanda sedikitnya 2.109 kepala keluarga atau setara 6.412 jiwa," kata dia. (ant)
Apa Reaksimu?

