Hannah Tantang Pemda-Swasta Ciptakan SDM Melek Keuangan
Hannah Asa Indonesia menantang Pemerintah Daerah (Pemda), swasta dan sejumlah pihak pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menciptakan sumber daya manusia, yang melek dalam pengelolaan keuangan.
PALU, METROSULAWESI.NET - Hannah Asa Indonesia menantang Pemerintah Daerah (Pemda), swasta dan sejumlah pihak pemangku kepentingan untuk berkolaborasi menciptakan sumber daya manusia, yang melek dalam pengelolaan keuangan.
“Kami mengajak semua pihak, terutama pemerintah, pihak swasta, dan BUMN untuk berkolaborasi menciptakan SDM yang profesional dalam pengelolaan keuangan,” kata Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah kepada wartawan, Jumat 31 Juli 2026.
Hannah Asa Indonesia merupakan lembaga profesional yang bergerak di bidang pengembangan kapasitas sumber daya manusia (Capacity Development), literasi keuangan, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, serta pengembangan ekonomi berbasis keberlanjutan. Hannah Asa Indonesia merupakan satu dari tujuh mitra penyelenggara Program Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) di Indonesia
“Kalau di Indonesia Timur, kamilah satu-satunya yang mitra penyelenggara yang berbasis di kawasan Indonesia Timur,” kata Founder Hannah Asa Indonesia itu kepada wartawan, Jumat 31 Juli 2026.
Ditemui di kantornya, Mardiyah menceritakan bagaimana awal mula mendirikan Hannah Asa Indonesia.
“Saya mendirikan ini berawal dari pengalaman melihat warga Kota Palu mengalami gempa bumi di Kota Palu dan sekitarnya pada 2018 lalu,” kata Mardiyah.
Mardiyah yang itu sudah bekerja di salah satu bank pemerintah memilih pensiun dini dan mendirikan Hannah Asa Indonesia pada 2021. Hanya satu tekad Mardiyah kala itu, dia ingin berbagi pengetahuan, agar ilmu yang didapatkannya bisa juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
“Kami mengembangkan pendekatan evidence-based, kolaboratif, dan berorientasi pada behaviour change, dengan keyakinan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak hanya membutuhkan peningkatan pengetahuan, tetapi juga perubahan perilaku, penguatan kelembagaan, serta sistem yang mampu menciptakan dampak jangka Panjang,” kata ahli psikologi keuangan itu.
Mardiyah mengatakan, Hannah Asa Indonesia berkomitmen menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan lokal tanpa mengabaikan standar profesional nasional. Setiap program dirancang secara komprehensif mulai dari asesmen kebutuhan, perancangan program, pelatihan, coaching, mentoring, monitoring, evaluasi, hingga penyusunan knowledge products sebagai dasar pengambilan keputusan dan keberlanjutan program.
Sebagai organisasi yang lahir dari Indonesia Timur, kata Mardiyah, Hannah Asa Indonesia memiliki komitmen yang kuat memperluas akses terhadap pendidikan dan sertifikasi profesi di bidang perencanaan keuangan, khususnya bagi masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai institusi di kawasan timur Indonesia.
“Melalui Program Associate Wealth Planner Syariah (AWPS), Hannah Asa Indonesia mendorong lahirnya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dalam perencanaan keuangan, pengelolaan aset, perlindungan keuangan keluarga, investasi, serta pengambilan keputusan finansial yang bertanggung jawab berdasarkan prinsip-prinsip Syariah,” ujar Mardiyah.
Hannah Asa Indonesia menyediakan sejumlah layanan profesional, seperti: Capacity Development & Institutional Strengthening, Financial Literacy & Financial Inclusion, Professional Certification & Training, Research, Assessment & Knowledge Management, Community Development & Social Empowerment, Women's Economic Empowerment, MSME Development & Entrepreneurship, Organizational Development & Strategic Facilitation, Training of Trainers (ToT), hingga Monitoring, Evaluation, Accountability & Learning (MEAL).
“Seluruh layanan tersebut dirancang secara fleksibel sesuai kebutuhan mitra dengan mengedepankan prinsip profesionalisme, kolaborasi, inovasi, serta dampak yang terukur,” ujar Mardiyah.
“Sejak berdiri, Hannah Asa Indonesia telah memberikan kontribusi nyata melalui berbagai program pengembangan kapasitas, literasi keuangan, dan pemberdayaan masyarakat dengan capaian antara lain: 20.000 lebih penerima manfaat program pelatihan, pendampingan, dan pemberdayaan masyarakat,” tambahnya.
Sampai saat ini kata Mardiyah, pihaknya sudah membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain kementerian dan pemerintah daerah, perguruan tinggi, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, komunitas dan lainnya. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pelatihan, penelitian, konsultansi, sertifikasi profesional, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan UMKM, pemberdayaan perempuan, hingga penguatan kapasitas organisasi.
Mardiyah mengatakan, visi ke depan dengan semangat "From Eastern Indonesia for National Impact", Hannah Asa Indonesia ingin terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam membangun masyarakat Indonesia yang lebih cerdas finansial, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
“Melalui kolaborasi lintas sektor, inovasi yang berorientasi pada solusi, serta komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia, Hannah Asa Indonesia percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari daerah dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia,” ujarnya.
Reporter: Udin Salim
Apa Reaksimu?

