Hujan Bantu Padamkan Karhutla Sulteng

Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengambil langkah proaktif dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di daerah ini.

Nov 4, 2026 - 13:30
Hujan Bantu Padamkan Karhutla Sulteng
Susanto Wibowo. (Foto: Dok)

PALU, METROSULAWESI.NET - Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengambil langkah proaktif dalam memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di daerah ini. 

Upaya tersebut digalakkan melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah provinsi, kabupaten, BPBD, TNI, Polri, hingga elemen masyarakat.

Kepala Dinas Kehutanan Sulteng, Susanto Wibowo, menjelaskan bahwa instansinya bertindak sebagai bagian dari Satgas penanganan karhutla yang dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan BPBD. 

Untuk memaksimalkan pengawasan di lapangan, pihaknya mengerahkan seluruh jajaran Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

"Dinas Kehutanan berperan dengan mengaktifkan seluruh personel KPH yang berada di 14 UPT, yang mencakup 13 KPH dan 1 UPT Tahura," ujar Susanto kepada awak media di Palu, Senin, 2 November 2026.

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SIPONGI) Kementerian Kehutanan, tercatat ada 384 titik panas (hotspot) yang sempat terpantau di Sulteng, namun mulai berkurang berkat curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. 

Sebaran titik panas dominan terdeteksi di wilayah kerja KPH Balantak, KPH Sivia Patuju, KPH Dolago Tanggunung, serta KPH Sintuvu Maroso. Susanto bersyukur karena hujan yang mengguyur terbukti efektif menurunkan intensitas karhutla di berbagai wilayah.

"Kita sangat bersyukur, kemarin sudah mulai turun hujan. Walaupun belum merata di semua daerah, setidaknya kondisi ini sangat membantu mengurangi titik-titik hotspot di Sulawesi Tengah," ungkapnya.

Dalam operasional penanganan di lapangan, petugas KPH tidak bekerja sendirian. Mereka bahu-membahu bersama unsur TNI, Polri, Manggala Agni, serta masyarakat. Guna memperkuat pencegahan dari tingkat akar rumput, Dishut Sulteng juga telah membentuk kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) di 13 kabupaten/kota.

Susanto memastikan, seluruh unit KPH saat ini telah dilengkapi dengan perangkat pemadam kebakaran, baik alat pendukung modern maupun perlengkapan standar di lapangan.

Dia mengimbau masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang sedang membuka lahan perkebunan, agar aktivitas pembakaran tidak menjadi pemicu meluasnya bencana kebakaran.

Pewarta: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow