Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah, Wali Kota Hadianto Keliling Kediaman Forkompimda Sulteng
Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah dimanfaatkan Wali Kota Palu H Hadianto Rasyid untuk silaturahmi. Orang pertama di Pemkot Palu itu menyambangi sejumlah rumah kediaman pejabat Forkompimda Sulteng.
PALU, METROSULAWESI.NET - Momen Idul Fitri 1447 Hijriyah dimanfaatkan Wali Kota Palu H Hadianto Rasyid untuk silaturahmi. Orang pertama di Pemkot Palu itu menyambangi sejumlah rumah kediaman pejabat Forkompimda Sulteng.
Kunjungan pertama dilakukannya ke kediaman Gubernur Sulteng, H Anwar Hafid. Didampingi istrinya, Hadianto diterima Gubernur Anwar juga bersama sang istri. Kedua pejabat itu pun saling bersalaman dengan penuh keakraban dan canda tawa.
Tidak hanya kediaman gubernur, Hadianto juga bersilaturahmi ke rumah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajari) dan Kapolda Sulteng.
Momen silaturahmi itu pun diunggah Hadianto di akun instagramnya sambil menulis sederet kalimat pendek.
“Setelah Salat Id di Vatulemo bersilaturahmi ke kediaman Gubernur, Kajati, dan Kapolda. Kemudian dilanjutkan dengan menerima tamu di Rujab Wali Kota, terima kasih sudah berkunjung Pangdam Palaka Wira, Dandim, hingga Kapolresta sebelum open house lalu menyambut seluruh warga Kota Palu,” tulis Hadianto.
Sebelum berkeliling ke kediaman pejabat, Wali Kota lebih dulu bersilaturahmi dengan mantan gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura yang kala itu hadir bersama salat Id di Lapangan Vatulemo. Hadianto memanfaatkan momen itu foto bersama Rusdy Mastura yang duduk di kursi.
Sebelumnya, usai salat Id, Wali Kota sempat menemui wartawan dan menyampaikan selamat Idul Fitri kepada umat muslim.
“Kami menyampaikan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh umat Muslim,” kata wali kota.
Wali kota juga berharap momentum Idul fitri menjadi sarana refleksi diri setelah menjalani ibadah Ramadan.
Hadianto menekankan bahwa perayaan Idulfitri harus menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi dan introspeksi diri setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, nilai-nilai yang telah dipelajari selama Ramadan diharapkan dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan ke depan.
“Idulfitri harus menjadi momentum untuk memperbaiki diri, menjadikan apa yang telah kita lewati selama Ramadan sebagai pembelajaran dan latihan untuk diterapkan di waktu-waktu berikutnya,” katanya.
Reporter: Udin Salim
Apa Reaksimu?
