Pemprov Bentuk Tim Percepatan Penetapan Lore Lindu sebagai Warisan Dunia

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membentuk tim sebagai salah satu upaya percepatan penetapan situs megalitik Lores Lindu sebagai Warisan Dunia Unesco.

Des 8, 2025 - 08:05
 0
Pemprov Bentuk Tim Percepatan Penetapan Lore Lindu sebagai Warisan Dunia
Gubernur Anwar Hafid menerima audiens Tim Warisan Dunia didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Sulteng Andi Kamal Lembah di ruang kerjanya, Kamis (4/12/2025). (Foto: Dinas Kebudayaan Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membentuk tim sebagai salah satu upaya percepatan penetapan situs megalitik Lores Lindu sebagai Warisan Dunia Unesco. 

Tim berjumlah tiga orang terdiri dari akademisi atau arkeolog, anggota Tenaga Ahli Cagar Budaya(TACB) Sulteng, dan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulteng Andi Kamal Lembah mengatakan, Tim Warisan Dunia, Direktorat Pamong Budaya Ahli Pertama, Kementerian Kebudayaan, telah melakukan audiens dengan Gubernur Sulteng Anwar Hafid untuk membahas tindak lanjut penetapan kawasan megalit Lore Lindu sebagai Warisan Dunia Unesco.

Menurut Kadis Kebudayaan, tim yang dipimpin Rustam Setiagama mengungkapkan kepada Gubernur bahwa Lore Lindu sudah terdaftar dalam keputusan sidang Komite Warisan Dunia UNESCO pada sidang di Paris, Juli lalu.

Rustam menjelaskan bahwa perkembangan setelah sidang di Paris bergerak cepat dan membuka peluang besar bagi percepatan tahap asesmen.

"Lore Lindu mendapat perhatian khusus dari Unesco untuk ditetapkan sebagai Warisan Dunia," kata Kadis Kebudayaan Sulteng Andi Kamal Lembah.

Gubernur Anwar Hafid menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat terhadap warisan budaya Sulawesi Tengah. Ia menegaskan bahwa semua bentuk pengakuan tersebut merupakan modal pembangunan yang tidak boleh disia-siakan.

"Penetapan Lore Lindu sebagai warisan dunia bukan hanya kebanggaan, tetapi peluang besar bagi pembangunan Sulawesi Tengah. Kami akan bekerja erat dengan Poso dan Sigi untuk memperkuat kesiapan kawasan ini," tegas Gubernur.

Ia juga menyoroti keterbelakangan infrastruktur di dua daerah tersebut sehingga pemerintah provinsi menempatkannya sebagai prioritas. 

Menurutnya, akses yang baik akan membuka ruang penelitian, edukasi, dan wisata budaya secara lebih luas. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow