Pemkab Sigi Gelar Rapat Final Check Kesiapan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulteng
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan berlangsung pada tanggal 7–13 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sigi untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan keagamaan terbesar tingkat provinsi.
SIGI, METROSULAWESI.NET- Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan berlangsung pada tanggal 7–13 Juni 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sigi untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah penyelenggara kegiatan keagamaan terbesar tingkat provinsi. Tidak hanya menjadi ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani, MTQ juga diharapkan menjadi sarana mempererat persaudaraan antardaerah, mempromosikan potensi lokal, serta mendorong perputaran ekonomi masyarakat.
Memasuki hari-hari terakhir menjelang pembukaan, Pemerintah Kabupaten Sigi bersama seluruh unsur pendukung terus memastikan setiap kebutuhan teknis dan nonteknis berjalan sesuai rencana. Upaya tersebut terlihat dalam Rapat Final Check Persiapan Pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 yang dipimpin langsung Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae di RTH Taman Likuifaksi Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, Kamis (4/6/2026) siang.
Rapat dihadiri Sekretaris Kabupaten Sigi Nuim Hayat, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, Polri, Kementerian Agama, panitia pelaksana, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ.
Dalam kesempatan tersebut, berbagai aspek penyelenggaraan menjadi fokus pembahasan, mulai dari kesiapan arena utama, lokasi perlombaan, penginapan kafilah, jalur kedatangan peserta, fasilitas pendukung, hingga pengamanan selama kegiatan berlangsung.
Mewakili Kapolres Sigi, Kabag Ops, AKP. Musa menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ. Ia meminta panitia segera menyerahkan jadwal kegiatan secara rinci beserta titik-titik lokasi yang akan digunakan agar pengamanan dapat dilakukan secara optimal. Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arena utama MTQ, tetapi juga mencakup lokasi penginapan peserta, kawasan pameran, tempat perlombaan, hingga jalur mobilisasi kafilah dan tamu undangan.
"Kami berharap seluruh rundown kegiatan dan pemetaan lokasi dapat segera disampaikan sehingga personel yang bertugas dapat melakukan plotting pengamanan secara maksimal sejak kedatangan hingga kepulangan peserta," ujarnya.
Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Sigi, Anwar, mengingatkan seluruh pihak agar segera menuntaskan pekerjaan-pekerjaan kecil yang masih tersisa di lapangan. Ia juga mendorong optimalisasi area yang masih dapat dimanfaatkan sebagai lahan parkir maupun ruang pendukung lainnya guna mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung selama pelaksanaan MTQ.
Selain kesiapan fisik, pemerintah daerah juga terus mendorong partisipasi masyarakat melalui pemasangan lampu hias, umbul-umbul, dan dekorasi lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Sigi sebagai bentuk dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan MTQ.
Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae dalam arahannya menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan dan evaluasi terakhir, kesiapan Kabupaten Sigi sebagai tuan rumah telah mencapai sekitar 99 persen.
Menurutnya, seluruh kebutuhan utama untuk pelaksanaan MTQ, baik arena pembukaan, lokasi perlombaan, fasilitas pendukung maupun akomodasi peserta, pada prinsipnya telah siap digunakan.
"Hari ini kita melakukan final check. Kalau melihat kondisi di lapangan, saya bisa mengatakan bahwa persiapan sudah mencapai 99 persen. Tinggal penyempurnaan di beberapa titik yang sifatnya kecil dan dapat segera diselesaikan," kata Rizal.
Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi mulai Jumat (5/6/2026) esok, sudah siap menerima kedatangan kafilah dari seluruh kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah yang akan mengikuti MTQ XXXI.
Untuk kebutuhan akomodasi, panitia telah menyiapkan berbagai pilihan penginapan, mulai dari homestay, wisma hingga hotel/penginapan yang berada di sekitar lokasi kegiatan sehingga memudahkan mobilitas para peserta selama mengikuti perlombaan.
Selain pelaksanaan lomba, MTQ XXXI juga akan diramaikan dengan pameran daerah yang menampilkan produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Menurut Rizal, kegiatan tersebut menjadi ruang promosi yang efektif untuk memperkenalkan potensi ekonomi, budaya, dan kerajinan daerah kepada masyarakat luas.
"Melalui pameran ini masyarakat dapat melihat langsung berbagai produk unggulan dari daerah-daerah di Sulawesi Tengah. Ini menjadi nilai tambah dari penyelenggaraan MTQ tahun ini," ujarnya.
Terkait lokasi perlombaan, Bupati menjelaskan bahwa sejumlah cabang MTQ akan dilaksanakan di beberapa masjid yang telah dipersiapkan di Kecamatan Sigi Biromaru dan Kecamatan Dolo. Seluruh lokasi tersebut telah melalui proses penataan guna memenuhi standar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.
Menjelang pelaksanaan kegiatan, Rizal juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sigi untuk ikut mengambil bagian dalam menyukseskan MTQ dengan menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, serta memberikan pelayanan yang baik kepada para tamu yang datang dari berbagai daerah.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan MTQ bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan panitia, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Kabupaten Sigi mampu menjadi tuan rumah yang baik. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan memberikan kesan terbaik kepada seluruh tamu yang datang ke daerah ini," tegasnya.
Bupati juga berharap dukungan insan pers dalam menyampaikan informasi yang edukatif dan konstruktif selama pelaksanaan MTQ sehingga semangat syiar Islam, persatuan, dan kebersamaan yang menjadi tujuan utama kegiatan dapat tersampaikan kepada masyarakat luas.
Dengan kesiapan yang hampir sempurna dan dukungan seluruh elemen daerah, Pemerintah Kabupaten Sigi optimistis MTQ XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026 akan berlangsung sukses, lancar, aman, dan menjadi salah satu penyelenggaraan MTQ terbaik yang pernah digelar di Sulawesi Tengah. (*)
Apa Reaksimu?

