Tim Lontara PPK Ormawa Space FT-UH Latih Warga Galesong Soal Penanganan Kegawatdaruratan

Tim Lontara PPK Ormawa Space FT-UH sukses menggelar pelatihan penanganan awal kegawatdaruratan dan penggunaan alat keselamatan pertolongan pertama saat terjadi bencana longsor. Kegiatan berlangsung di Dusun Galesong, Desa Lonjoboko, Gowa pada Kamis 16 Juli 2026.

Juli 19, 2026 - 21:27
Tim Lontara PPK Ormawa Space FT-UH Latih Warga Galesong Soal Penanganan Kegawatdaruratan
Tim Lontara PPK Ormawa Space FT-UH foto bersama warga di sela pelatihan. FOTO: IST

GOWA, METROSULAWESI.NET- Tim Lontara PPK Ormawa Space FT-UH sukses menggelar pelatihan penanganan awal kegawatdaruratan dan penggunaan alat keselamatan pertolongan pertama saat terjadi bencana longsor. Kegiatan berlangsung di Dusun Galesong, Desa Lonjoboko, Gowa pada Kamis 16 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari program kerja yang diberi nama “Pakkatuju Saat Bencana”. Program ini diinisiasi oleh tim yang diberi nama Lontara dari PPK Ormawa Space FT-UH. Melalui sinergi dan kolaborasi bersama Puskesmas Parangloe, Kabupaten Gowa.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka membawa anak-anak dan keluarga. Pelatihan ini turut dihadiri oleh Penanggung Jawab UGD Puskesmas Parangloe, Kepala Desa Lonjoboko, Ketua Karang Taruna, Kepala Dusun, masyarakat setempat, hingga pemuda desa dan organisasi Palang Merah Remaja (PMR).

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut, dipandu langsung oleh Penanggung Jawab UGD Puskesmas Parangloe dan beberapa perawat yang telah berpengalaman dalam penanganan kegawat daruratan di lapangan saat terjadi bencana.

Pada sesi pelatihan ini, masyarakat tidak hanya diberi pengetahun mengenai langkah yang tepat saat mendapati korban bencana longsor, tetapi juga melalui praktik langsung pertolongan pertama kepada korban saat terjadi bencana. Penanganan pertama patah tulang, sikap saat korban tidak sadarkan diri, dan juga saat terjadi luka pendarahan dengan alat seadanya ketika terjadi keadaan darurat.

Kepala UGD Puskesmas Parangloe, Jumiati S.Kep., Ners., mengingatkan kepada seluruh peserta pelatihan mengenai tiga hal sebelum menolong korban saat terjadi bencana.

“Saat terjadi bencana, sangat penting untuk kita tetap memperhatikan yang namanya 3A, Aman diri, Aman korban, dan Aman lingkungan. Jangan sampai kita bermaksud untuk menolong korban tetapi kita mengabaikan keselamatan diri, membahayakan korban, dan berada di lingkungan yang berbahaya. Jadi kita jangan lupa untuk memastikan 3A tersebut sebelum bertindak menolong korban bencana,” jelasnya.

Salah satu instruktur dari Puskesmas Parangloe lainnya, menyampaikan apresiasi terhadap tim PPK Ormawa Space FT-UH atas inisiasinya untuk melaksanakan program pelatihan. “Program yang dijalankan adik-adik dari tim PPK Ormawa Space FT-UH ini sangat bagus dan tepat dilaksanakan khususnya pada lokasi yang rawan longsor seperti Desa Lonjoboko ini. Karena, saat terjadi bencana tidak dapat dipungkiri kami sebagai tim medis membutuhkan waktu 25-30 menit untuk dapat sampai ke lokasi bencana, sementara masyarakat bisa saja dalam kondisi yang gawat dan perlu penanganan cepat,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan isi dan fungsi dari kotak P3K sebagai upaya antisipasi dan meningkatkan kesadaran akan keselamatan saat terjadi bencana. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow