Ketua STI Sulteng Terbitkan SK Lima Pengurus STI Kota dan Kabupaten

Ketua Senam Tera Indonesia (STI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Wijaya Chandra menerbitkan lima surat keputusan pengurus STI di kabupaten dan kota di Sulteng. Kelima daerah yang sudah memiliki pengurus STI itu adalah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Banggai, dan Parigi Moutong.

Jun 4, 2026 - 21:16
Ketua STI Sulteng Terbitkan SK Lima Pengurus STI Kota dan Kabupaten
Ketua Senam Tera Indonesia (STI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Wijaya Chandra menyerahkan SK kepada Ketua STI Donggala, Kitja Hora di Donggala, Kamis 4 Juni 2026. FOTO: IST

PALU, METROSULAWESI.NET – Ketua Senam Tera Indonesia (STI) Sulawesi Tengah (Sulteng), Wijaya Chandra menerbitkan lima surat keputusan pengurus STI di kabupaten dan kota di Sulteng. Kelima daerah yang sudah memiliki pengurus STI itu adalah Kota Palu, Kabupaten Donggala, Sigi, Banggai, dan Parigi Moutong.

“Ketua STI Sulteng Wijaya Chandra menyerahkan surat keputusan pengurus STI Donggala di Donggala, Kamis (4/6) pagi diterima ketuanya Kitja Hora. Insyaallah SK kepengurusan lainnya akan kami kirimkan ke alamat masing-masing,” kata Sekretaris STI Sulteng,” Amiruddin Masri.

Menurutnya, kabupaten lainnya juga didorong agar secepatnya memiliki pengurus STI. Dengan demikian diharapkan olahraga ini semakin dikenal masyarakat Sulteng.

Sedangkan Wijaya Chandra mengatakan, pengurus STI di tingkat kabupaten berperan sebagai motor penggerak utama dalam memasyarakatkan olahraga kesehatan ini, khususnya bagi kelompok lansia. Mereka bertanggung jawab mengelola sasana senam, melatih instruktur daerah, serta bermitra dengan pemerintah untuk meningkatkan kebugaran masyarakat luas.

Menurutnya, peran strategis pengurus STI di tingkat kabupaten antara lain melakukan sosialisasi dan menggelar senam tera secara massal di berbagai kecamatan dan kelurahan untuk menjangkau lebih banyak peserta.

Kemudian, membentuk dan membina cabang serta ranting STI hingga ke tingkat desa dan fasilitas kesehatan lokal. Tentu saja, dengan mengadakan pelatihan dan sertifikasi bagi instruktur lokal agar gerakan senam tera sesuai dengan standar kesehatan yang telah ditentukan.

“Karenanya di kabupaten disarankan menjalin kerja sama dengan instansi seperti Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI), Dinas Kesehatan, atau pemerintah daerah setempat guna mensukseskan program kebugaran masyarakat,” kata Wijaya Chandra.

Secara detail ia menjelaskan, STI merupakan salah satu olahraga tradisional asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jasmani dan rohani. STI memadukan gerakan-gerakan olah tubuh yang mudah dipelajari dan dilakukan oleh semua kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lansia.

Dengan adanya organisasi STI yang terstruktur dan terorganisir di tingkat kabupaten, ia berharap olahraga STI akan semakin berkembang, diminati oleh masyarakat dan bisa menjadi contoh bagi kalangan muda untuk tidak malas gerak dan rajin olahraga. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow