Pemprov Siapkan Strategi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan sejumlah strategi pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyiapkan sejumlah strategi pengendalian inflasi guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026.
Langkah tersebut dibahas dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Rabu (14/1/2026).
Wagub Reny menegaskan, menjelang Ramadan dan Idulfitri harga sejumlah komoditas pangan berpotensi mengalami kenaikan.
Karena itu, Pemprov Sulteng bersama TPID akan kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar serta memantau secara langsung perkembangan harga komoditas strategis, seperti beras, ikan, cabai, telur ayam ras, dan daging sapi.
“Pengendalian inflasi harus dilakukan sejak dini agar lonjakan harga dapat diantisipasi dan tidak membebani masyarakat,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut, TPID Provinsi Sulawesi Tengah menyepakati sejumlah langkah strategis untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri 2026.
Langkah tersebut meliputi: menjamin ketersediaan stok bahan pangan strategis, optimalisasi cadangan pangan pemerintah daerah serta koordinasi intensif dengan Bulog, hingga pelaksanaan operasi pasar murah secara masif, tepat waktu, tepat lokasi, dan tepat sasaran, khususnya di wilayah rawan inflasi dan terdampak cuaca.
Selain itu, TPID juga mengantisipasi potensi gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem dengan menyiapkan jalur logistik alternatif, melakukan monitoring harga harian secara intensif melalui sistem pelaporan TPID, serta memperkuat komunikasi publik agar masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tengah Muhammad Irfan Sukarna, menyampaikan bahwa tren inflasi Sulawesi Tengah terus menunjukkan perbaikan.
Inflasi tercatat sebesar 3,92 persen pada Oktober, turun menjadi 3,50 persen pada November, dan kembali menurun menjadi 3,31 persen pada Desember.
Ia merekomendasikan agar operasi pasar murah dioptimalkan dengan fokus pada komoditas yang secara historis mengalami kenaikan harga saat Ramadan dan Idulfitri.
Plt. Kepala BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Imron Taufik J. Musa memaparkan hasil bedah data inflasi Ramadan periode 2023–2025. Menurutnya, beras selalu mengalami inflasi setiap Ramadan, sehingga penguatan stok dan ketahanan pangan daerah menjadi prioritas utama.
Selain itu, pengendalian inflasi komoditas perikanan juga perlu mendapat perhatian khusus karena menjadi karakteristik konsumsi masyarakat Sulawesi Tengah. (ril/*)
Apa Reaksimu?
