Prancis Catat Lonjakan Kematian Akibat Cuaca Panas Ekstrem

Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan sejak 24 Juni karena gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah negara itu, menurut data awal yang dirilis Badan Kesehatan Masyarakat Prancis pada Minggu.

Jun 29, 2026 - 17:35
Prancis Catat Lonjakan Kematian Akibat Cuaca Panas Ekstrem

ISTANBUL, METROSULAWESI.NET- Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan sejak 24 Juni karena gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar wilayah negara itu, menurut data awal yang dirilis Badan Kesehatan Masyarakat Prancis pada Minggu.

Badan tersebut menyatakan bahwa data yang masih bersifat sementara itu menunjukkan peningkatan signifikan angka kematian selama periode gelombang panas. Kelompok usia di atas 65 tahun menyumbang sebagian besar dari kematian berlebih tersebut.

Lembaga itu juga melaporkan adanya peningkatan 40 persen jumlah kematian yang terjadi di rumah.

Menteri Kesehatan Prancis, Stephanie Rist, sebelumnya memperingatkan bahwa dampak kesehatan akibat gelombang panas belum berakhir meskipun suhu mulai menurun di sejumlah wilayah. Menurutnya, Prancis kini mengalami “jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya,” seperti dilaporkan stasiun televisi BFMTV.

Sementara itu, layanan medis darurat Paris (SAMU) melaporkan 80 kematian pada Sabtu, termasuk 30 kasus serangan jantung. Angka tersebut sedikit turun dibandingkan 109 kematian yang tercatat pada Jumat.

Pihak berwenang menegaskan bahwa angka tersebut hanya mencakup kasus yang ditangani oleh layanan darurat Paris dan tidak mencerminkan keseluruhan jumlah kematian di ibu kota.

Adapun lonjakan angka kematian itu terjadi setelah Prancis mengalami 11 hari berturut-turut cuaca panas ekstrem di sebagian besar wilayah Prancis.

Meskipun suhu mulai menurun di sejumlah daerah pada Minggu setelah badai petir hebat, rumah sakit masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya kasus penyakit terkait panas serta komplikasi medis yang muncul belakangan.

Menurut Observatorium Keraunos, lebih dari 127.000 sambaran petir tercatat di seluruh Prancis pada Sabtu malam, dengan aktivitas listrik paling intens terjadi antara kawasan Paris dan wilayah Hauts-de-France.

Meski kondisi cuaca lebih sejuk, badan meteorologi Meteo-France tetap mempertahankan status siaga oranye gelombang panas di 22 departemen pada Senin, termasuk Paris dan wilayah sekitarnya, serta sebagian wilayah tenggara dan timur Prancis.

Sementara itu, otoritas kesehatan mengimbau para lanjut usia dan warga yang hidup sendiri untuk tetap mengambil langkah-langkah pencegahan, serta memperingatkan bahwa dampak penuh gelombang panas terhadap keselamatan jiwa masih belum dapat dipastikan. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow