Ruas Tonusu-Pendolo Memprihatinkan, Warga Tagih Janji Gubernur Anwar
Warga menyoroti kondisi ruas jalan Tonusu-Pendolo yang memprihatinkan. Mereke menagih janji Gubernur Sulteng Anwar Hafid untuk segera memperbaiki jalan tersebut, seperti yang sudah dijanjikan saat kampanye lalu.
POSO, METROSULAWESI.NET - Warga menyoroti kondisi ruas jalan Tonusu-Pendolo yang memprihatinkan. Mereke menagih janji Gubernur Sulteng Anwar Hafid untuk segera memperbaiki jalan tersebut, seperti yang sudah dijanjikan saat kampanye lalu.
Hingga saat ini memang masih tersisa sepanjang 20-an kilometer jalan tersebut yang rusak parah sejak tahun 1998. Pada saat kampanye lalu, Gubernur Anwar sempat berjanji untuk merekonstruksi jalan tersebut.
Gubernur Anwar pernah berjanji akan segera melakukan rekonstruksi besar-besaran mulai tahun 2026. Sementara saat ini bulan Maret sudah akan berakhir, belum ada tanda-tanda rekonstruksi jalan di ruas Tonusu- Pendolo.
Ketua Majelis Adat Pamona Kecamatan Pamona Barat, Marten Kaladu, kepada Metrosulawesi, Sabtu (28/3) mengaku prihatin dengan kondisi jalan provinsi tersebut.
“Sungguh sangat memprihatinkan keberadan jalan Provinsi yang melewati desa Taipa, Owini, Meko, Salukaia, Uranosari dan Toinasa. Saat ini musim kemarau setiap kendaraan yang lewat menyisakan abu berterbangan hingga di dalam rumah,” katanya.
”Tolong pak gubernur, kami juga masyarakatnya bapak, bahasanya bapak tahun 2026 berani lancar jalan Tonusu -Pendolo, akan meledak. Sekarang bulan Maret akan segera berlalu, pak kapan meledaknya," tuturnya.
Sementara itu, Everlin Sowolino, Kades Salukaia, juga memberikan respons. Menurutnya, Pemerintah Desa Salukaia tetap menunggu rencana Pemprov untuk perbaikan jalan raya poros Toinasa Taipa.
Kades Uranosari Yan Andoro, mengatakan sehubungan dengan program pemerintah terutama pada sektor Pariwisata, salah satu faktor pendukung adalah jalan terutama jalan lingkar Danau Poso termasuk jalan di Pamona Barat, karena sebagian objek wisata ada di Pamona Barat.
Warga Pamona Barat, Robert, menyoroti pemeliharaan jalan Provinsi, dimana kondisi rumput di tepi jalan telah menutupi separuh jalan raya terutama ruas jalan yang melewati Pantai Siuri dan Torau.
"Sekitar lima bulan pemeliharaan ruas jalan ini belum dilakukan, kami sangat berharap pihak terkait segera melakukan pembersihan seperti sebelumnya rutin di laksanakan tiga kali dalam setahun,” tutupnya.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

