Suami dan Anak Pulkam, F Tegaskan Tak Selingkuh

R, pria beranak satu itu akhirnya keluar dari rumah. Dia memutuskan membawa anak semata wayangnya, setelah digugat cerai oleh istrinya berinisal F, salah satu P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) di kantor gubernur Sulteng.

Mei 16, 2026 - 05:58
 0
Suami dan Anak Pulkam,  F Tegaskan Tak Selingkuh
Ilustrasi- R, pria beranak satu itu akhirnya keluar dari rumah. Dia memutuskan membawa anak semata wayangnya, setelah digugat cerai oleh istrinya berinisal F, salah satu P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) di kantor gubernur Sulteng.

DONGGALA, METROSULAWESI.NET- R, pria beranak satu itu akhirnya keluar dari rumah. Dia memutuskan membawa anak semata wayangnya, setelah digugat cerai oleh istrinya berinisal F, salah satu P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja) di kantor gubernur Sulteng.

R dan anaknya pada Rabu malam, 13 Mei 2026, meninggalkan kediaman menggunakan sebuah mobil pikap menuju kampungnya di Mamuju, Sulawesi Barat. Dia membawa satu-satunya anak dari istrinya berinisial F.

Sebelum menaiki mobil, ia terlihat menyalami keluarga dan tetangganya yang kebetulan malam itu turut menyaksikan R pulang ke kampungnya.

Sesekalai R melemparkan senyum saat bersalaman atau sekedar bertegur sapa. Tak ada isak tangis terdengar, pun begitu ketika menaiki mobil pick up yang akan membawanya ke kabupaten tetangga.

“Pak wartawan boleh kah ba VC kalau besok-besok saya diminta keterangan” candanya. 

Bantah Selingkuh

Sementara itu, F menegaskan tidak pernah melakukan perselingkuhan dengan seorang pria bernisial A, salah satu staf Dinas Pariwisata Donggala seperti yang diberitakan.

“Saya bercerai murni persoalan ekonomi pak, bukan orang ketiga. Apalagi dibilang saya selingkuh dengan A. Itu fitnah,” kata F melalui telepon Kamis malam 14 Mei 2026.

 “Saya memang kenal dengan A, karena sebelum terangkat jadi P3K, saya pernah menjadi staf juga di Dinas Pariwisata Donggala. Saya operator, sedangkan si A itu pengurus barang. Saya terangkat P3K di kantor Gubernur 1 April 2024,” tambah F.

F kemudian menjelaskan panjang lebar terkait perceraian dengan suaminya R, yang murni karena faktor ekonomi. F mengaku menyembunyikan persoalan rumah tangganya kepada keluaragnya selama 21 tahun berumah tangga dengan R.

F juga menyayangkan perkataan R yang menyebutkan membanting tulang, guna membantunya hingga terangkat P3K. “Tulang mana yang dia banting, saya berurusan pakai uang saya sendiri,” tegas F. 

“Saya sabar pak menahan persoalan ekonomi keluarga kami selama 21 tahun. Saya dikasi nafkah suami tapi setelah itu ditanya-tanya, apa semua kau belikan uang yang saya kasi? Jadi harus dicatat pengeluaran misalnya beli sampo Rp2.000, sabun Rp5.000, selama 21 tahun begini,” beber F.

F mengaku terpaksa menggugat cerai suaminya, setelah dua kali disuruh olah sang suami untuk mengajukan gugatn cerai.

“Dia juga yang ba suruh saya gugat cerai. Dua kali saya dia suruh ba gugat cerai. Saya kumpul uangku, hanya dua hari saja saya urus gugat cerai,” jelasnya.

F mengaku mengusir suaminya dari rumah tersebut, karena rumah itu bukan milik mereka. Rumah itu adalah milik orang tua F.

 “Sebenarnya persoalan ini saya sembunyikan dari keluarga. Bahkan saya minta dia tinggal saja di rumahnya orang tuaku bersama anak, karena saya kerja di Palu, tapi dia pergi cerita ke keluaraga akhirnya ketahuan,” bebernya.

“Sekali lagi saya tegaskan, saya bercerai bukan karena selingkuh, tapi karena faktor ekonomi,” tutupnya. (anc)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow