Tanggung Jawab Operasional SPAM IKK Lage Beralih ke PDAM

Setelah proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Lage selesai oleh pemerintah atau pihak terkait yang diketahui menggunakan alokasi DAK, kini tanggung jawab operasional, pemeliharaan, serta distribusi air bersih secara resmi beralih kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Poso atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum setempat.

Agustus 21, 2026 - 11:30
Tanggung Jawab Operasional SPAM IKK Lage Beralih ke PDAM
Direktur PDAM Poso, Husai Kaluti. (Foto: Dok)

POSO, METROSULAWESI.NET - Setelah proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) IKK Lage selesai oleh pemerintah atau pihak terkait yang diketahui menggunakan alokasi DAK, kini tanggung jawab operasional, pemeliharaan, serta distribusi air bersih secara resmi beralih kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Poso atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum setempat. 

Alih kelola ini memastikan infrastruktur fisik yang telah dibangun dapat langsung dimanfaatkan untuk melayani kebutuhan air minum masyarakat secara berkesinambungan.

Demikian penegasan Direktur PDAM Poso, Husai Kaluti kepada Metrosulawesi, Rabu (19/8) terkait proyek SPAM IKK lage khususnya bagi warga yang berada di Desa Pandiri dan Watuawu.

Dijelaskan Husai, Proses Peralihan Tanggung Jawab atau Serah Terima Aset, dimana Pemerintah pusat atau daerah menyerahkan prasarana fisik seperti instalasi pengolahan, pipa, dan sumur kepada pihak PDAM.

Seterusnya Operasional Layanan yakni PDAM mulai mengatur alirannya ke sambungan rumah tangga. Pemeliharaan Rutin berupa Perawatan mesin dan jaringan pipa sepenuhnya menjadi tugas operasional PDAM.

"Namun tantangan bagi PDAM berupa Kesiapan Teknis, menjaga kestabilan tekanan dan debit air agar lancar setiap hari. Kualitas Air, memastikan air yang sampai ke rumah sesuai standar kesehatan serta Manajemen Pelanggan, yaitu mengelola pengaduan dan tagihan secara adil," tuturnya.

Proyek SPAM IKK Lage dikatakan Husai, supaya tidak ada masalah di pemeliharaan, sehingga diserahkan ke PDAM setempat.

"Ada sebanyak 700 pelanggan baru, untuk sementara baru diuji coba rekening beban tetap yang harus dibayarkan Rp 27.500 per bulan, biaya beban mulai berlaku 1 oktober 2026, untuk desa Pandiri 500 pelanggan, sementara desa Watuawu sebanyak 200 pelanggan, sebelum mereka bayar, sekiranya ada yang rusak atau putus, maka PDAM yang perbaiki," jelas Husai. 

Pengambilalihan pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh PDAM setempat kata dia, biasanya dilakukan setelah proyek atau pekerjaan konstruksi dari pemerintah pusat maupun provinsi selesai. Proses ini bertujuan agar fasilitas air bersih dapat langsung dioperasikan untuk melayani masyarakat.

Reporter: Saiful Sulayapi 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow