Wani-Donggala Dikepung Banjir, Rumah Hanyut, 3 Jembatan Putus

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Donggala sejak Minggu (11/1/2026) pagi hingga siang hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Jan 13, 2026 - 06:15
 0
Wani-Donggala Dikepung Banjir,  Rumah Hanyut, 3 Jembatan Putus
Jalan raya dan pemukiman warga di Desa Wani Kabupaten Donggala berubah menjadi sungai karena banjir. Foto cover: Warga menaruh sejumlah ranting kayu di atas salah satu jembatan di Km 4 Kelurahan Ganti, yang nyaris roboh karena tergerus banjir, Minggu 11 Januari 2026. (Foto: Facebook)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Donggala sejak Minggu (11/1/2026) pagi hingga siang hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.

Curah hujan yang berlangsung berjam-jam hingga siang itu mengakibatkan luapan air sungai dan genangan di permukiman warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Abdul Muin, mengatakan banjir terjadi di beberapa desa dan kelurahan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Banjir melanda Kelurahan Ganti, Desa Wombo Mpanau dan Wombo Kalonggo, Desa Wani I dan Wani II, Wani Lumbupentigo, serta Desa Labuan Kungguma, Labuan Lumbubaka, Labuan Toposo, Desa Kumbasa, Amal, dan Desa Alindau,” kata Muin, Minggu 11 Januari 2026.

Selain banjir, BPBD Donggala juga mencatat kerusakan infrastruktur akibat derasnya aliran air. Tiga jembatan dilaporkan putus, masing-masing berada di Desa Labuan Lumbubaka dan Desa Labuan Kungguma, Kecamatan Labuan dan Desa Kumbasa, Kecamatan Sindue sehingga mengganggu akses antarwilayah.

Sementara itu, dikabarkan tiga unit rumah warga hanyut terbawa arus di Desa Wani I, Kecamatan Tanantovea. 

Menurut mantan Camat Sindue ini, hingga saat ini BPBD bersama unsur terkait masih melakukan asesmen awal di lapangan untuk mendata dampak banjir secara menyeluruh.

“Langkah sementara yang kami lakukan adalah memastikan kondisi masyarakat aman terlebih dahulu. Tim masih berada di lapangan untuk melakukan asesmen,” jelasnya.

BPBD Donggala mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir agar tetap waspada, mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dan berisiko menambah dampak bencana. 

Dampak terparah tercatat di Desa Wani 1, di mana tiga unit rumah warga hanyut terbawa arus. Sementara itu, di Desa Wani 3, satu unit rumah dilaporkan terdampak banjir. Untuk Desa Wani 2 dan Desa Wani Lumbumpetigo, pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sejumlah warga terpaksa mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman karena air hingga Minggu siang belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Donggala bersama BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat dan assessment terhadap dampak banjir serta kebutuhan warga terdampak.

Adapun kebutuhan mendesak yang saat ini diperlukan di lokasi bencana meliputi pembangunan jembatan darurat serta bantuan logistik penanggulangan bencana bagi warga yang terdampak.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Donggala dan instansi terkait guna mempercepat penanganan darurat serta memastikan keselamatan masyarakat.

Hingga laporan ini disusun, air banjir belum sepenuhnya surut, dan akses dari Desa Wani 3 menuju Desa Labuan Kungguma masih terputus. 

Pemerintah daerah dan pihak terkait diharapkan segera mengambil langkah lanjutan untuk pemulihan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Reporter: Tamsyir Ramli, Adi Pranata
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow