Antusiasme Tinggi! 1.750 Warga Sulteng Daftar SMK Go Global

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa program SMK Go Global merupakan momentum penting untuk mempersiapkan generasi muda daerah agar memiliki kompetensi, mental, dan karakter yang kuat sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Agustus 28, 2026 - 16:30
Antusiasme Tinggi! 1.750 Warga Sulteng Daftar SMK Go Global
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa program SMK Go Global merupakan momentum penting untuk mempersiapkan generasi muda daerah agar memiliki kompetensi, mental, dan karakter yang kuat sebelum memasuki dunia kerja internasional. (Foto: Biro Adpim)

PALU, METROSULAWESI.NET - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menegaskan bahwa program SMK Go Global merupakan momentum penting untuk mempersiapkan generasi muda daerah agar memiliki kompetensi, mental, dan karakter yang kuat sebelum memasuki dunia kerja internasional.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Kick Off SMK Go Global dan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Provinsi Sulawesi Tengah di Aula SMK Negeri 1 Palu, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini dilaksanakan serentak melalui Zoom Meeting bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, serta diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam acara ini, Wakil Gubernur secara simbolis menyerahkan tanda peserta kepada calon pekerja migran yang akan mengikuti rangkaian program pembekalan. Reny menyampaikan apresiasi besar atas berjalannya program ini. Namun, melihat tingginya antusiasme masyarakat, ia berharap pemerintah pusat dapat meningkatkan alokasi anggaran dan kuota untuk Sulawesi Tengah di masa mendatang.

"Insya Allah kalau tahun-tahun mendatang alokasi anggaran untuk anak-anak kami yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah bisa ditambah," ujar Reny.

Berdasarkan data panitia, minat masyarakat Sulawesi Tengah untuk mengikuti program ini sangat tinggi. Tercatat ada sekitar 1.750 pendaftar, dengan 500 orang berhasil masuk dalam daftar tunggu. Kendati demikian, kuota peserta yang lolos dan berhak mengikuti program pada tahun 2026 ini terbatas hanya untuk 220 orang.

Menanggapi harapan tersebut, Menteri P2MI Mukhtarudin menjelaskan bahwa keterbatasan kuota tahun ini terjadi karena anggaran yang tersedia berasal dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang harus dibagi secara proporsional ke seluruh Indonesia. Meski begitu, ia memastikan alokasi anggaran untuk tahun 2027 akan jauh lebih besar.

Mukhtarudin juga menambahkan bahwa para pendaftar yang belum mendapatkan kesempatan pada tahun 2026 akan diprioritaskan untuk kembali mengikuti proses seleksi program tahun 2027. Persiapan untuk program tahun depan bahkan direncanakan mulai berjalan sejak Januari 2027 agar masa pembekalan peserta bisa lebih panjang dan maksimal.

Di akhir sambutannya, Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido menitipkan pesan mendalam kepada seluruh peserta yang lolos agar menanamkan tekad yang kuat, menjaga disiplin, serta memanfaatkan pembekalan ini dengan sebaik-baiknya demi membawa nama baik Sulawesi Tengah di kancah internasional. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow