Dedi Mulyadi: Dakwah Muhammadiyah Merupakan Gerakan Hilangkan Kebutaan

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyebutkan dakwah Muhammadiyah merupakan gerakan yang menghilangkan kebutaan yakni buta aksara, bahasa, dan buta hati, yang telah berkontribusi untuk membangun bangsa Indonesia.

Jun 22, 2026 - 20:50
Dedi Mulyadi: Dakwah Muhammadiyah Merupakan Gerakan Hilangkan Kebutaan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat memberikan sambutan dalam acara puncak peringatan Milad ke-109 Aisyiyah di Aula Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Senin (22/6/2026). (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

GARUT, METROSULAWESI.NET- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyebutkan dakwah Muhammadiyah merupakan gerakan yang menghilangkan kebutaan yakni buta aksara, bahasa, dan buta hati, yang telah berkontribusi untuk membangun bangsa Indonesia.

"Maka gerakan dakwah Muhammadiyah adalah gerakan menghilangkan kebutaan, yang pertama buta aksara, yang kedua buta bahasa, yang tidak lebih penting lagi adalah buta hati," kata Gubernur Dedi Mulyadi saat sambutan puncak peringatan Milad ke-109 Aisyiyah di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah, Kabupaten Garut, Senin.

Dedi Mulyadi menuturkan Muhammadiyah merupakan organisasi yang di dalamnya tumbuh Aisyiyah dan memiliki kontribusi besar dalam sejarah Indonesia sebagai organisasi tertua yang fokuspada dakwah.

Dakwah yang dilakukan, lanjutnya, luar biasa dengan menunjukkan pemahaman dakwah bukan hanya di mimbar, tapi melalui cahaya pendidikan untuk kehidupan warga negara Indonesia.

"Warga Indonesia harus mendapat lentera atau cahayanya matahari, karena harus mendapat lentera dan cahayanya matahari, maka lentera itu harus tumbuh dalam sistem nilai pendidikan yang berkembang dari mulai pelosok desa sampai pusat kota," kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang biasa disapa KDM.

KDM mengatakan secara sisi kelembagaan pendidikan Muhammadiyah memiliki kontribusi bagi lahirnya para teknokrat di Indonesia, juga menjadi pelopor pendidikan formal modern yang tidak hanya pendidikan pola keagamaan tradisional.

Ketika Indonesia merdeka, kata dia, sumber daya manusianya berkontribusi terhadap pengelolaan keuangan, politik, pemerintahan, teknokrasi, dan banyak lagi lahir kader-kader Muhammadiyah.

"Dari sisi kelembagaan pendidikan Muhammadiyah memiliki kontribusi bagi lahirnya para teknokratik di Indonesia," kata Dedi Multayi.

Ia berharap pada masa kini keberadaan organisasi masyarakat Islam dapat memberikan yang lebih manfaat untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa, khususnya di Jawa Barat, termasuk saat ini di Kabupaten Garut.

Kabupaten Garut, kata Dedi, sudah menjadi basis Aisyiyah, Muhammadiyah, dan juga kelompok organisasi Islam lainnya, yang semestinya seluruh masalah Garut sudah harus selesai, tidak ada kemiskinan, maupun yang buta huruf latin dan Al Quran.

"Tidak mesti lagi di Garut ada stunting, tidak mesti lagi di Garut ada buta huruf, baik buta huruf latin maupun buta huruf Al Quran," kata Gubernur Jabar.

Sementara itu acara peringatan Milad ke-109 Aisyiyah tersebut juga dihadiri Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, kemudian jajaran pimpinan wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Jawa Barat. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow