Gubernur Anwar Hafid Dorong Birokrasi Berakhlak

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong terwujudnya birokrasi yang berakhlak dengan menekankan pentingnya kejernihan nurani dan keteguhan hati dalam menjalankan amanah pemerintahan.

Feb 3, 2026 - 06:30
 0
Gubernur Anwar Hafid Dorong Birokrasi Berakhlak
Para kepala OPD Pemprov Sulteng yang mengikuti retret selama tiga hari di di Masjid Raya Baitul Khairaat Palu. (Foto: Biro Adpim Pemprov Sulteng)

PALU, METROSULAWESI.NET - Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendorong terwujudnya birokrasi yang berakhlak dengan menekankan pentingnya kejernihan nurani dan keteguhan hati dalam menjalankan amanah pemerintahan. 

Pesan tersebut disampaikan pada hari ketiga Retret Kepala Dinas Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Masjid Raya Baitul Khairaat, Minggu 1 Februari 2026.
Gubernur mengapresiasi komitmen seluruh kepala dinas yang mengikuti rangkaian kegiatan retret hingga hari ketiga. 

Ia berharap kegiatan ini menjadi momentum refleksi untuk memperkuat integritas pribadi, spiritualitas, serta keikhlasan aparatur dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap kita semua betah sampai besok (Senin) subuh. Gunakan waktu ini untuk memperkuat nurani dan hati kita. Mudah-mudahan setelah kegiatan ini, kita menjadi dai-dai Allah,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Menurutnya, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sejatinya sedang dibina menjadi aparatur yang membawa misi kebaikan dalam birokrasi.

Ia menyebut para kepala dinas sebagai “tim sukses Allah”, yakni pemimpin yang mampu menanamkan dan mengampanyekan nilai kejujuran, keteladanan, serta akhlak mulia dalam setiap kebijakan dan pelayanan publik.

“Kita ini sedang dididik menjadi tim sukses Allah. Semakin banyak kita mengampanyekan Allah kepada manusia, tentu Allah akan senang kepada kita. Tapi sebelum itu, kita harus mengisi diri agar tidak salah dalam berkata dan bertindak,” tambahnya.

Retret Kepala Dinas yang diikuti seluruh pimpinan OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tersebut telah berlangsung sejak Jumat dan dijadwalkan berakhir pada Senin dini hari. 

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembinaan intensif yang meliputi ibadah berjamaah, kajian keislaman, tausiyah, serta diskusi reflektif terkait etika birokrasi dan tanggung jawab aparatur negara. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow