Latih Kemandirian Sejak Dini, Hannah Asa Indonesia Gelar Bootcamp Literasi Keuangan untuk Siswa SLB Cahaya Nurani
Kemandirian sejati tidak selalu lahir dari melimpahnya sumber daya, melainkan dari kecakapan dalam memahami potensi diri, menentukan prioritas, mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi situasi tak terduga. Prinsip mendasar inilah yang mendasari pentingnya bekal pengelolaan keuangan sejak usia dini.
PALU, METROSULAWESI.NET— Kemandirian sejati tidak selalu lahir dari melimpahnya sumber daya, melainkan dari kecakapan dalam memahami potensi diri, menentukan prioritas, mengambil keputusan, serta kesiapan menghadapi situasi tak terduga. Prinsip mendasar inilah yang mendasari pentingnya bekal pengelolaan keuangan sejak usia dini.
Menjawab tantangan tersebut, Hannah Asa Indonesia, sebuah organisasi berbasis di Palu, sukses menggelar aksi nyata lewat program Bootcamp 108 pada Senin, 21 September 2026. Program edukasi interaktif ini menyasar para siswa SLB Cahaya Nurani sebagai upaya memperkuat fondasi inklusi dan literasi keuangan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Bagi Hannah Asa Indonesia, edukasi keuangan bukan sekadar mengenalkan istilah rumit seperti pendapatan atau dana darurat. Pembelajaran harus adaptif, mempertimbangkan pengalaman, kemampuan, dan konteks kehidupan setiap peserta.
Melalui Bootcamp 108, organisasi ini menerapkan pendekatan holistik yang mengintegrasikan tiga pilar utama: Financial Literacy, Financial Capability, dan Financial Resilience.
Bukan Sekadar Tahu, Tapi Mampu Memilih
Dalam realitas sehari-hari, masalah keuangan kerap muncul bukan karena seseorang tidak mengenal uang. Pola konsumsi tanpa rencana, pengeluaran kecil yang menumpuk, hingga kebiasaan menabung yang hanya mengandalkan "uang sisa" sering kali menjadi pemicu utama kerentanan finansial.
Untuk memutus rantai tersebut, para siswa SLB Cahaya Nurani diajak menyelami materi praktis yang membagi pengelolaan uang ke dalam tiga kategori dasar: Kebutuhan, Keinginan, dan Tabungan. Melalui pemahaman ini, peserta dilatih untuk menempatkan kebutuhan sebagai prioritas utama sebelum memenuhi keinginan, sekaligus menjadikan menabung sebagai komitmen di awal, bukan sisa di akhir.
Lewat keceriaan Bootcamp 108, Hannah Asa Indonesia membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk membangun keterampilan hidup (life skills). Keterampilan mengelola uang yang diajarkan hari ini diharapkan menjadi modal besar bagi para siswa untuk tumbuh menjadi individu yang mandiri, berdaya, dan tangguh di masa depan. (*)
Apa Reaksimu?

