Mendes PDT: 20 Persen Keuntungan KDKMP Akan Jadi Pendapatan Asli Desa

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan 20 persen keuntungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dialokasikan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Juli 16, 2026 - 05:34
Mendes PDT: 20 Persen Keuntungan KDKMP Akan Jadi Pendapatan Asli Desa
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memberikan keterangan pers setelah rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (15/7/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

 

JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyampaikan 20 persen keuntungan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dialokasikan menjadi Pendapatan Asli Desa (PADes).

Yandri menjelaskan pembentukan KDKMP diarahkan untuk memperkuat perekonomian desa sehingga keberhasilan dari program tersebut diyakini akan memberikan manfaat langsung untuk pemerintah desa melalui pembagian hasil usaha.

"Nanti kalau sudah jalan, kami pasti akan maksimalkan fungsinya melalui potensi desa masing-masing. Apalagi yang dipakai kan Dana Desa, dan apalagi nanti dari keuntungan itu, ada 20 persen dari Kopdes (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, red.) itu akan menjadi Pendapatan Asli Desa," kata Mendes PDT Yandri Susanto saat jumpa pers setelah mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Rabu (15/7) malam.

Presiden Prabowo Subianto pada Rabu sore sampai dengan malam hari memimpin rapat terbatas membahas dua agenda utama, yaitu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat itu diikuti oleh sejumlah menteri, pimpinan lembaga, Panglima TNI, dan direktur utama beberapa BUMN. Rapat tersebut berlangsung selama kurang lebih 4 jam.

Terkait kebermanfaatan KDKMP untuk desa, Yandri melanjutkan pemerintah desa berkepentingan untuk ikut memastikan keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Jadi, pemerintah desa dengan segala unsurnya punya kepentingan Kopdes ini berhasil dan sukses, karena ada efek positifnya kepada desa, termasuk sisa (alokasi keuntungan, red.) yang 80 persen akan kembali ke rakyat di desa itu," ujar Yandri.

Dalam jumpa pers yang sama, Yandri menyampaikan ke depan potensi tiap desa akan dimaksimalkan melalui KDKMP. Jumlah desa saat ini ada sebanyak 75.266 desa.

"Para petani sesuai dengan potensi desa masing-masing, karena jumlah desa banyak sekali 75.266 dengan berbagai potensi yang ada, tentu nanti masing-masing Kopdes akan bekerja sama dengan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa, red.) memastikan semua produk desa itu sesuai dengan potensinya, akan dipastikan bisa mendapatkan manfaat bagi para penduduk desa," kata Yandri.

Terkait itu, sejauh ini, Kementerian Desa juga telah mengembangkan desa-desa tematik yang memiliki keunggulan di beberapa sektor, misalnya produksi jagung, ikan, dan komoditas lainnya. "Ada desa jagung, ada desa padi, ada juga desa ikan nila, desa ikan lele, desa cokelat, dan desa-desa lain. Nah ini nanti tetap Koperasi Desa Merah Putih akan menjadi offtaker-nya bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa," ujar Mendes PDT. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow