PT CPM Umumkan Cadangan Emas Baru, Segini Besaran Kandungan Emasnya
Kepala Teknik Tambang PT CPM (Citra Palu Minerals) Yan Adriansyah mengatakan, PT CPM memiliki potensi besar dalam pengembangan tambang emas di wilayah Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu.
PALU, METROSULAWESI.NET- Kepala Teknik Tambang PT CPM (Citra Palu Minerals) Yan Adriansyah mengatakan, PT CPM memiliki potensi besar dalam pengembangan tambang emas di wilayah Poboya Kecamatan Mantikulore Kota Palu.
Dia mengatakan, pihaknya telah mengumumkan cadangan emas baru di area River Reef dan Hill Reef dengan kadar rata-rata mencapai 3,2 gram per ton (g/t) serta total kandungan emas sekitar 3,54 juta ounce.
“Mayoritas cadangan emas, sekitar 85 persen, berasal dari penambangan bawah tanah di River Reef dengan kadar emas mencapai 4,9 g/t,” kata Yan pada kegiatan buka puasa bersama wartawan di Palu, Jumat 13 Maret 2026 (13/3).
Selain wartawan, acara bertema “Duduk Bersama Membangun Kesepahaman dan Kebersamaan” tersebut juga dihadiri General Manager External Affairs & Security (EAS) Amran Amier, serta Ketua MUI Kota Palu, Prof. Zainal Abidin, sebagai penceramah.
Yan mengatakan, guna mendukung optimalisasi produksi, CPM juga menunjuk PT Macmahon Indonesia sebagai kontraktor tambang dalam proyek tersebut. Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kapasitas produksi perusahaan.
Saat ini kata Yan, perusahaan telah mengoperasikan pabrik pengolahan emas dengan kapasitas 4.000 ton bijih per hari dan berencana membangun pabrik ketiga dengan kapasitas 6.000 ton per hari yang ditargetkan mulai beroperasi pada 2025.
Langkah tersebut sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memaksimalkan potensi sumber daya mineral di wilayah Poboya sekaligus meningkatkan kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian nasional.
Meski demikian, Yan menegaskan bahwa kegiatan pertambangan juga harus dijalankan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial secara berkelanjutan.
Sebagai pengantar berbuka puasa, Prof. Dr KH Zainal Abidin menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya moderasi dalam beragama dan membangun harmoni sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, agama pada dasarnya hadir untuk membawa kedamaian bagi sesama manusia.
“Agama mengajarkan nilai kedamaian. Moderasi beragama adalah cara beragama yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan,” ujar Prof Zainal yang juga Ketua MUI Kota Palu.
Rais Syuriah PBNU dan guru besar filsafat di UIN Datokarama Palu menambahkan bahwa toleransi bukan berarti mengaburkan keyakinan, melainkan saling menghormati di tengah keberagaman.
Pesan tersebut dinilai selaras dengan tema kegiatan, yakni membangun kesepahaman dan kebersamaan antara perusahaan, media, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. (*)
Apa Reaksimu?
