Untad Luncurkan Berani MAGAYA Berantas Tuberkulosis

Universitas Tadulako meluncurkan gerakan Berani MAGAYA (Berantas Infeksi Tuberkulosis, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga) rangkaian puncak peringatan Dies Natalis ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Agustus 25, 2026 - 08:00
Untad Luncurkan Berani MAGAYA Berantas Tuberkulosis
Rektor Prof Amar mendampingi wakil menteri, gubernur dan wakil gubernur saat meluncurkan gerakan Berani MAGAYA di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu, 22 Agustus 2026. (Foto: Ist)

PALU, METROSULAWESI.NET - Universitas Tadulako meluncurkan gerakan Berani MAGAYA (Berantas Infeksi Tuberkulosis, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga) rangkaian puncak peringatan Dies Natalis ke-9 Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Untad. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Tadulako, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Gerakan ini kolaborasi perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sulawesi Tengah guna memperkuat peran akademisi dalam penanggulangan TB (Tuberkulosis) di daerah.

Launching dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P., FISR., dan Wakil Menteri Dalam Negeri RI Komjen Pol (Purn) Dr. H. Akhmad Wiyagus, S.I.K., M.Si., M.M.

Turut hadir Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, S.Si., M.Si., Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T, serta jajaran pimpinan perguruan tinggi dan fasilitas kesehatan se-Sulawesi Tengah. 

Dalam sambutannya, Rektor Prof Amar menegaskan penanggulangan TB bukan sekadar tugas sektor kesehatan semata, melainkan komitmen bersama seluruh elemen bangsa. 

Kehadiran perguruan tinggi diharapkan memberikan solusi nyata melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat.

"Universitas Tadulako bersama konsorsium perguruan tinggi se-Sulawesi Tengah, berkomitmen menjadikan kampus sebagai bagian dari solusi percepatan eliminasi TB," ujar Prof. Amar.

Ia menjelaskan bahwa Berani MAGAYA merupakan gerakan strategis yang menempatkan mahasiswa bukan sekadar insan akademik, melainkan sebagai agen perubahan (agent of change) dan pendamping langsung di tengah masyarakat. 

Program ini melibatkan sebanyak 1.073 mahasiswa dan 155 dosen dari 7 perguruan tinggi di Sulawesi Tengah yang di bawah naungan LLDikti Wilayah XVI.

Program pendampingan tersebut menyasar berbagai wilayah seperti Kota Palu, Kabupaten Poso, Banggai, Toli-Toli, dan kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah. Rektor berpesan agar mahasiswa dan dosen mendampingi pasien TB dengan penuh empati, kesabaran, serta menjaga kerahasiaan tanpa stigma.

"Pendampingan pasien harus kita dekati dengan empati, kesabaran, dan kerahasiaan tanpa stigma. Tiga hal utama yang menjadi sasaran gerakan ini adalah edukasi keluarga, kepatuhan pengobatan, dan pencegahan penularan," jelasnya.

Rektor juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas sinergi jajaran kementerian dan pemerintah daerah. Ia berharap gerakan ini menjadi gerakan sosial dan akademik yang berkelanjutan (continuous improvement) menuju pencapaian Indonesia Bebas TB 2030.

"Mari kita satukan ilmu, kepedulian, dan aksi nyata. Dari kampus kita bergerak, bersama masyarakat kita berjuang, untuk Indonesia bebas TB kita tuntaskan," tandas Rektor Untad.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengapresiasi langkah konkret Untad dan konsorsium perguruan tinggi di Sulteng. Ia mengingatkan pentingnya menghapus stigma negatif terhadap para penderita TB.

"Yang kita berantas itu infeksi TB-nya, bukan menjauhi penderitanya. Saya berharap kita semua bisa memberi dukungan buat mereka agar semangat sembuh, karena penyakit ini bisa sembuh tetapi membutuhkan kedisiplinan pasien dan dukungan keluarga serta lingkungan sekitarnya," ucap Wamenkes.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow