BPBD Sulteng Tangani 0,5 Hektare Area Karhutla di Wuasa Poso

Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama tim gabungan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 0,5 hektare di Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Senin (26/10/2026) hingga Selasa (27/10/2026) dini hari.

Oktober 28, 2026 - 13:13
BPBD Sulteng Tangani 0,5 Hektare Area Karhutla di Wuasa Poso
Penanganan karhutla oleh TRC-PB BPBD Sulteng di Wuasa, Kabupaten Poso. (Foto: BPBD Sulteng)

POSO, METROSULAWESI.NET - Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah bersama tim gabungan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar 0,5 hektare di Desa Wuasa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Senin (26/10/2026) hingga Selasa (27/10/2026) dini hari.

Penanganan berlangsung selama lebih dari delapan jam, mulai pukul 17.00 WITA hingga 01.32 WITA, untuk mengantisipasi kebakaran susulan di kawasan perbatasan Desa Wuasa–Kaduwa. Sebelumnya, kebakaran di wilayah tersebut dilaporkan sempat mengancam permukiman dan kebun masyarakat.

Dalam operasi tersebut, petugas melakukan pemadaman sekaligus mengantisipasi penyebaran api ke kawasan yang berdekatan dengan aktivitas warga.

Langkah ini dilakukan menindaklanjuti arahan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang meminta BPBD Sulteng bergerak cepat dengan mengerahkan personel dan peralatan pemadam kebakaran. Gubernur juga menekankan pentingnya keselamatan masyarakat serta pemantauan berkelanjutan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, sebelumnya menjelaskan bahwa personel telah berada di lokasi sejak Kamis pekan sebelumnya. Namun, laporan masyarakat mengenai munculnya kembali kebakaran yang mendekati permukiman mendorong penguatan penanganan dan kesiapsiagaan di kawasan tersebut.

Dalam operasi terbaru, TRC-PB BPBD Sulteng berkoordinasi dengan Camat Lore Utara, TNI, dan Polri. Tim juga menyiapkan pasokan air menggunakan mobil tangki guna mendukung pemadaman di titik-titik api.

Peralatan yang dikerahkan meliputi satu unit mobil tangki dan dua unit mobil pemadam kebakaran. Petugas juga menggunakan tangki gendong, mesin pompa dari Manggala Agni, selang penyalur air, serta nozzle untuk mendukung proses pemadaman.

Penanganan karhutla ini melibatkan unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran Provinsi Sulawesi Tengah, Damkar Kabupaten Poso, serta masyarakat setempat.

Asbudianto menegaskan, personel akan difokuskan pada titik-titik yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran. Strategi tersebut dilakukan agar petugas dapat menjangkau area yang berpotensi menjadi lokasi penyebaran api.

Selain upaya pemadaman, BPBD Sulteng terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat dan masyarakat untuk memantau kondisi kawasan Wuasa–Kaduwa. Pemantauan diperlukan guna mengantisipasi kemunculan kembali titik api yang dapat mengancam permukiman dan kebun warga.

Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api baru agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow