Danamon Catat Tabungan Valas Naik 52 Persen Didukung Transaksi Nasabah

PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat tabungan valuta asing (valas) tumbuh 52 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp8,5 triliun hingga Rp9 triliun, didukung pengembangan layanan transaksi serta bertambahnya nasabah pada segmen emerging affluent dan prioritas.

Juli 14, 2026 - 21:16
Danamon Catat Tabungan Valas Naik 52 Persen Didukung Transaksi Nasabah
Consumer Funding and Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk Ivan Jaya (tengah) menyampaikan paparan pada Media Luncheon peringatan HUT ke-70 Danamon, di Jakarta, Selasa (14/7/2026). ANTARA/Aria Ananda

JAKARTA, METROSULAWESI.NET- PT Bank Danamon Indonesia Tbk mencatat tabungan valuta asing (valas) tumbuh 52 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp8,5 triliun hingga Rp9 triliun, didukung pengembangan layanan transaksi serta bertambahnya nasabah pada segmen emerging affluent dan prioritas.

Consumer Funding and Wealth Business Head Bank Danamon Ivan Jaya mengatakan pertumbuhan tersebut ditopang inovasi fitur layanan, penawaran kurs yang kompetitif, serta meningkatnya aktivitas transaksi nasabah.

"Tabungan valas kami naik 52 persen secara tahunan. Sekarang nilainya berada pada kisaran Rp8,5 triliun sampai Rp9 triliun," kata Ivan usai Media Luncheon HUT ke-70 Danamon, di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, salah satu pendorong pertumbuhan tersebut ialah kehadiran Global Currency Card pada produk Danamon LEBIH PRO yang memungkinkan nasabah bertransaksi menggunakan hingga 12 mata uang asing melalui satu rekening.

Ivan mengatakan fitur tersebut dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang melakukan perjalanan ke luar negeri, menempuh pendidikan di negara lain, maupun menjalankan ibadah haji dan umrah.

Selain pengembangan fitur, perusahaan menawarkan kurs yang kompetitif untuk mendorong aktivitas transaksi sekaligus meningkatkan penghimpunan dana valas.

"Dengan bertransaksi, dana akan ditempatkan. Apabila ditempatkan dalam tabungan, tentunya akan membantu mengurangi biaya dana," ujarnya.

Ivan mengatakan jumlah transaksi valas Danamon juga tercatat meningkat sekitar 25 hingga 35 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menambahkan rata-rata nilai transaksi valas nasabah untuk kebutuhan perjalanan berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 dolar Amerika Serikat (AS/sekitar Rp90 juta) per transaksi atau masih berada di bawah batas transaksi 10.000 dolar AS yang memerlukan dokumen pendukung sesuai ketentuan Bank Indonesia.

Ketentuan mengenai transaksi pasar valas tersebut merupakan bagian dari kebijakan BI untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat pengelolaan risiko transaksi valuta asing.

Peningkatan transaksi tersebut turut mendorong pendapatan berbasis komisi (fee-based income) dari bisnis valas tumbuh sekitar 35 persen secara tahunan.

Menurut Ivan, tren pertumbuhan bisnis valas telah berlangsung sejak 2023 dengan rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 35 hingga 40 persen.

Selain bisnis valas, pendapatan dari produk bancassurance tumbuh hampir 30 persen secara tahunan. Produk investasi seperti reksa dana dan obligasi juga masih mencatat pertumbuhan dua digit meski pasar keuangan berfluktuasi.

"Kami mencoba mengajak nasabah untuk bertransaksi bersama kami karena dengan bertransaksi dana akan ditempatkan. Apabila dana ditempatkan dalam tabungan, tentunya akan membantu mereduksi cost of fund," kata Ivan.

Ivan mengatakan pertumbuhan tabungan valas didukung bertambahnya nasabah baru, khususnya pada segmen emerging affluent atau kelompok masyarakat dengan kondisi finansial yang terus berkembang dan segmen prioritas yang memiliki kebutuhan transaksi internasional lebih tinggi.

Menurut dia, perseroan akan terus memperkuat layanan transaksi valas melalui pengembangan fitur digital dan penawaran kurs yang kompetitif guna menjawab kebutuhan nasabah sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis komisi.

Pemerintah bersama Bank Indonesia juga terus memperluas ekosistem transaksi lintas negara melalui pengembangan pembayaran digital antarnegara (cross-border).

Layanan QRIS Cross Border telah diterapkan dengan sejumlah negara mitra untuk memudahkan masyarakat Indonesia bertransaksi saat bepergian ke luar negeri sekaligus mendukung aktivitas perdagangan dan pariwisata.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus memperluas kerja sama pembayaran lintas negara, termasuk dengan China, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas sistem pembayaran Indonesia dengan negara mitra. Langkah tersebut diharapkan semakin mempermudah kebutuhan transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow