Dinas KP Donggala Bina UMKM, Akan Buat Pusat Jajanan Khas Olahan Ikan
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Donggala turut andil dalam pemberdayaan UMKM. Bahkan sudah berhasil “mengubah” dapur rumah tangga nelayan menjadi dapur produksi.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Donggala turut andil dalam pemberdayaan UMKM. Bahkan sudah berhasil “mengubah” dapur rumah tangga nelayan menjadi dapur produksi.
Saat ini Dinas Perikanan Donggala di bawah komando Ali Asegaf telah memiliki 21 UMKM yang tersebar di beberapa kecamatan.
“Tindak lanjut dari program ibu Bupati Vera Elena Laruni membantu pelaku UMKM. Kami sudah melaksanakan hal tersebut, saat ini Dinas Perikanan sudah memiliki 21 binaan UMKM yang tersebar di beberapa kecamatan,” Ali di kantornya, Jumat 24 Juli 2026.
Ali menjelaskan pemberdayaan UMKM sektor perikanan secara tidak langsung menambah pendapatan serta menyerap pekerja, karena setiap kelompok pelaku UMKM yang dibina bisa memperkerjakan lima sampai dengan sepuluh orang.
Oleh karena itu katanya, kedepan Dinas Perikanan Kabupaten Donggala akan membuat satu tempat khusus jajanan ole-ole olahan ikan yang lokasinya berada di Kelurahan Kabonga Kecil Kecamatan Banawa.
“Pelaku UMKM binaan kami yang berjumlah 21 kelompok sudah bisa mengubah dapur rumah tangga mereka menjadi dapur produksi. Contoh Ogoamas, produksi olahan mereka, marketnya sampai ke Kabupaten Tolitoli,” kata Ali.
Soal harga jual, Ali mengatakan tergantung berat. Misalnya kalau 100 gram abon ikan harga Rp30 ribu per kemasan.
Ali mengatakan, pihaknya juga akan membantu proses pemasaran hasil produksi. Tahun depan katanya, pihaknya akan membantu membangun tempat jajanan ole-oleh olahan ikan khas Donggala, lokasinya persisi berdekatan dengan pelabuhan Donggala, anggaran disiapkan sebesar Rp300 juta.
“Kelompok UMKM Banawa misalnya penghasil Tuna, ada produk olahan ikan mirip amplang seperti di Kalimantan, dan program ini sangat membantu selain dari sisi pendapatan, serapan tenaga pekerja bisa membantu mengurangi penagngguran,” jelasnya.
Ali menambahkan pihaknya akan terus melakukan pendampingan pembinaan UMKM dan saat ini sudah meneken MOU dengan Kementerian Kelautan melalui Balai Besar Penguatan Penerapan Produk Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal.
“Kita ada PKS (perjanjian kerjasama) dengan nomor 3139/BBP3KP/K.S.300/X/2025, Nomor 523.1/357/DISKAN/K/X2025 tanggal 5 oktober 2025, pelaku UMKM kita diperikanan akan terus dilakukan pendampingan baik dari kami dan kemeneterian,” tutupnya.
Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

