Dugaan Pelecehan Seksual, Oknum Sekcam Dilaporkan ke Polres Poso

Dugaan kasus pelecehan seksual yang mencoreng citra birokrasi pemerintahan daerah yakni oknum Sekretaris Kecamatan (Sekcam) berinisial SM resmi dilaporkan ke SPKT Polres Poso atas dugaan pelecehan terhadap dua siswi yang tak lain kakak beradik.

Agustus 8, 2026 - 14:30
Dugaan Pelecehan Seksual, Oknum Sekcam Dilaporkan ke Polres Poso
Dua kakak beradik melaporkan dugaan pelecehan seksual oknum pejabat di SPKT Polres Poso. (Foto: Ist)

POSO, METROSULAWESI.NET - Dugaan kasus pelecehan seksual yang mencoreng citra birokrasi pemerintahan daerah yakni oknum Sekretaris Kecamatan (Sekcam) berinisial SM resmi dilaporkan ke SPKT Polres Poso atas dugaan pelecehan terhadap dua siswi yang tak lain kakak beradik.

Laporan teregistrasi di Mapolres Poso dengan nomor STTLP/LP/B/140/VIII/2026/SPKT/Polres Poso pada Rabu (5/8).

Dalam pelaporan ini, kedua korban didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) APIK Sulteng, Evi Tampakatu.

Kedok SM terbongkar setelah bertahun-tahun disimpan rapat oleh korban akibat rasa trauma mendalam. Berdasarkan pengakuan korban pertama, petaka ini bermula pada tahun 2024. 

Saat itu, korban yang masih duduk di kelas 2 SMA dijemput oleh pelaku dengan dalih menawarkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP). Tanpa curiga, korban menerima tawaran tersebut lantaran dirinya memang belum pernah menerima bantuan PIP sejak kelas satu.

Berharap urusan administrasinya beres, korban diajarkan menuruti ajakan pelaku. Namun, alih-alih dibawa ke kantor dinas pendidikan, pelaku justru membawa korban berputar-putar dengan dalih kantor tutup, sebelum akhirnya melancarkan aksi bejatnya di dalam mobil di kawasan Jalan Pulau Tarakan, dekat pos pemadam kebakaran.

Tak berhenti sekali, dalam perjalanan mengurus berkas tersebut, pelaku berulang kali melancarkan aksi pelecehan fisik di dalam mobil, bahkan sempat memaksa korban untuk menuruti nafsunya sambil mengancam agar korban tidak berani melapor.

Modus serupa ternyata juga dialami oleh adik korban. Korban kedua yang saat itu masih duduk di bangku kelas 3 SMP pada tahun 2025 turut menjadi sasaran pelampiasan nafsu bejat oknum Sekcam tersebut.

Kedua korban selama ini memilih bungkam karena tekanan psikologis dan rasa takut. Namun, kedok SM akhirnya terbongkar akibat ulahnya sendiri yang terus-menerus menghubungi kedua korban pasca-kejadian.

Puncaknya terjadi ketika sang ayah mendengar nada bicara anaknya yang tinggi dan penuh amarah saat mengangkat telepon dari SM. Merasa curiga dengan sikap sang anak, sang ayah mendesak untuk mengetahui alasan kemarahan tersebut.

Tak mau menahan trauma dipendam bertahun-tahun, kakak beradik itu akhirnya pecah tangis dan membongkar seluruh perlakuan tak senonoh oknum Sekcam tersebut di hadapan sang ayah. 

Mendengar pengakuan mengejutkan itu, sang ayah tanpa pikir panjang langsung memerintahkan istri dan kedua anaknya untuk membawa kasus ini ke jalur hukum.

Kini, kasus tersebut resmi ditangani oleh penyidik Polres Poso.

Reporter: Saiful Sulayapi 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow