Hadiri Peringatan May Day Kota Palu, Berikut Komentar Ketua Apindo Sulteng
Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) di Kota Palu yang digelar di Warkop Wali Kota berlangsung dalam suasana reflektif. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulteng, Wijaya Chandra, menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang menghadapi tekanan serius.
PALU, METROSULAWESI.NET- Peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) di Kota Palu yang digelar di Warkop Wali Kota berlangsung dalam suasana reflektif. Dalam kegiatan tersebut, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulteng, Wijaya Chandra, menegaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini sedang menghadapi tekanan serius.
Ia menyampaikan bahwa berbagai indikator menunjukkan ekonomi belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi erat antara tiga unsur utama dalam hubungan industrial, yakni pengusaha, pekerja, dan pemerintah.
“Tripartit ini harus berjalan seimbang. Jika salah satu tidak berfungsi, maka keseimbangan akan terganggu. Kita bersyukur di Palu konflik ketenagakerjaan yang sampai ke pengadilan bisa diminimalisir. Ini harus dipertahankan melalui komunikasi yang baik,” ujarnya.
Wijaya menekankan bahwa saat ini dunia usaha berada dalam fase “survival” atau bertahan. Pengusaha berupaya menjaga keberlangsungan usaha sekaligus menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). Ia juga menyinggung kondisi nasional, termasuk kabar penutupan ratusan perusahaan BUMN yang dinilai tidak efisien dan merugi.
Selain tantangan ekonomi, pengusaha juga menghadapi berbagai persoalan administratif dan hukum, seperti legalitas usaha, sengketa tanah, hingga persoalan utang piutang. Hal ini semakin menambah kompleksitas dalam menjalankan bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, pekerja harus terus meningkatkan keterampilan dan pengetahuan agar mampu “naik kelas” dalam karier maupun usaha.
“Banyak kisah sukses yang dimulai dari bawah. Ada yang dulu bekerja sebagai sopir atau petugas keamanan, kini menjadi pengusaha atau pimpinan perusahaan. Ini menunjukkan bahwa peluang selalu ada bagi mereka yang mau belajar dan berkembang,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan disiplin di dunia kerja, termasuk menjauhi perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan praktik perjudian yang dapat merusak karier dan kehidupan pribadi.
Wijaya optimistis bahwa jika komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja terus terjaga, maka hal ini akan menjadi sinyal positif bagi investor untuk masuk ke Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak seluruh pihak untuk memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah, serta berharap kondisi global segera membaik agar stabilitas ekonomi kembali terjaga.
“Dengan doa, kerja sama, dan keyakinan, kita bisa menghadapi tantangan ini bersama dan terus membangun Kota Palu ke arah yang lebih baik,” tutupnya. (*)
Apa Reaksimu?

