Jembatani Dunia Pendidikan, Pelindo TPK Pantoloan dan FKM Untad Teken Memorandumm Of Agreement
TPK Pantoloan yang merupakan entitas dari PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang mengelola 32 terminal petikemas di seluruh Indonesia, terdiri dari 15 cabang pelabuhan dan 7 anak perusahaan yang telah terstandarisasi serta sistemasi layanan operasional petikemas guna meningkatkan konektivitas dan efisiensi.
PALU, METROSULAWESI.NET-TPK Pantoloan yang merupakan entitas dari PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang mengelola 32 terminal petikemas di seluruh Indonesia, terdiri dari 15 cabang pelabuhan dan 7 anak perusahaan yang telah terstandarisasi serta sistemasi layanan operasional petikemas guna meningkatkan konektivitas dan efisiensi.
Selain standarisasi dan sistemasi layanan operasional guna konektivitas dan efesiensi proses bisnis TPK Pantoloan, juga memiliki program kepedulian dan tanggung jawab sosial lingkungan (TJSL) Perseroan yang berfokus pada 3 bidang prioritas, yaitu bidang pendidikan, lingkungan dan pengembangan usaha mikro kecil (UMK).
Untuk mewujud nyatakan 3 bidang prioritas, dalam hal bidang pendidikan Pelindo TPK Pantoloan berkewajiban ikut mensukseskan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang mahasiswa, serta pelaksanaan kegiatan ilmiah lainnya.
Hal ini tertuang dalam memorandum of agreement (MoA) dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu, yang ditandatangani pada Senin 9 Februari 2026 oleh Terminal Head Petikemas Pantoloan, Chaerur Rijal dan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu, Prof. Dr. Romala Nur, S.KM., M.Si.
Penanda tanganan bersama Memorandum of agreement (MoA) dilaksanakan diruangan Dekan FKM Untad dan disaksikan oleh Wakil Dekan bidang akademik Prof. Dr. Achmad Ramadhan, M.Kes, Wakil Dekan bidang keuangan dan umum Dr. I Made Tangkas, M.Kes, Wakil Dekan bidang kemahasiswaan dan alumni Dr. Muh. Jusman Rau, S.KM.,M.Kes, Koordinator Prodi S1 Kesehatan Masyarakat Nurhaya S. Patui, S.KM., M.PH serta Dosen Departemen K3 Prodi S1 Kesmas Rendhar Putri Hilitang, S,KM., M.KKK.
Sementara dari Pelindo TPK Pantoloan yang hadir saat penanda tanganan MoA bersama tersebut, Manager Operasi Aris dan Manager HSSE, Hubungan Pelanggan dan Rupa-rupa Usaha Eddy Sujarwoko.
“MoA dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat bertujuan mensinergikan potensi Perusahaan Perseroan dengan pihak Perguruan Tinggi, guna memperoleh hasil yang maksimal sehubungan dengan program-program Tri Dharma perguruan tinggi tersebut,” ucap Chaerur Rijal Terminal Head Petikemas Pantoloan.
“Di antaranya kerjasama pada bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi program magang mahasiswa, tugas lapangan dan study visit, salah satunya terkait penelitian pada masalah K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja) di sektor kepelabuhan dan distribusi logistik serta bidang pengabdian kepada masyarakat bagaimana mengedukasi budaya K3 tersebut bagi pekerja eksternal di Pelabuhan dan masyarakat sekitarnya.” Lanjut Chaerur Rijal.
Sementara menurut Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Prof. Dr. Rosmala Nur, S.KM., M.Si berharap agar kerjasama ini dapat memperkuat sinergi antara dunia Pendidikan, khususnya akademik dan industri, serta memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sumber daya manusia dan masyarakat.
Kesepakatan kerjasama antara Pelindo TPK Pantoloan dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako Palu juga melingkupi pengembangan model manajemen risiko di area kerja Terminal Petikemas Pantoloan, penyuluhan Kesehatan dan keselamatan kerja bagi pekerja baik eksternal maupun internal dan program pelatihan bersifat promotif preventif terkait kesehatan kerja, lingkungan, dan keselamatan pelayaran.
Dan yang terpenting dari MoA ini bagi mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat ketika selesai dari proses magang dapat menjadi Duta K3 dalam mengampanyekan Zero Accident dan budaya kerja sehat di lingkungan PT Pelindo Terminal Petikemas Pantoloan, serta sarana pertukaran pengetahuan antara Dosen FKM dengan Tim HSSE TPK Pantoloan.
Pada kesempatan yang bersamaan dengan penanda tanganan MoA dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Terminal Head Petikemas bersama tim sebelumnya juga melaksanakan audiensi akademis dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Tadulako Palu, terkait dengan pengembangan terminal petikemas pantoloan melalui rencana penambahan fasilitas dan peralatan.
Audiensi akademis dengan LPPM Untad Palu sejalan dengan implementasi Keputusan Menteri Perhubungan RI KM 28 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Teluk Palu, audiensi kali ini guna menjamin adanya sinkronisasi antara rencana pengembangan pelabuhan dengan rencana pengembangan wilayah palu.
Dalam audiens akademis Terminal Head beserta tim diterima langsung oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako Palu, Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum beserta tim LPPM Untad Palu.
“Pelindo TPK Pantoloan bermaksud menjajaki peluang kolaborasi dengan LPPM Universitas Tadulako Palu dalam hal menyusun kajian yang mendalam dan komprehensif, baik dari aspek teknis, lingkungan, maupun dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar terhadap rencana penambahan peralatan bongkar muat di TPK Pantoloan,” kata Chaerur Rijal.
Hal ini lanjut Chaerur ; “Karena LPPM Untad memiliki SDM Akademis dan Database penelitian yang relevan di Kota Palu, khususnya Provinsi Sulawesi Tengah.”
Selain rencana pengembangan pelabuhan sesuai dengan RIP, agenda audiensi akademis kali ini juga terkait dengan kondisi pelabuhan pantoloan terkini, adanya pertukaran gagasan mengenai desain infrastruktur pelabuhan pantoloan dan rencana pembuatan studi kelayakan terkait penambahan peralatan serta inovasi penerapan teknologi terkini dalam proses bisnis operasional pelabuhan pantoloan.
Dari hasil audiensi akademis Pelindo TPK Pantoloan ke LPPM Untad Palu oleh Kepala LPPM menyambut baik terkait dengan rencana pengembangan pelabuhan pantoloan sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan Teluk Palu yang di keluarkan oleh Kementerian Perhubungan RI, dimana oleh tim LPPM Untad Palu akan melakukan kunjungan lapangan terlebih dahulu ke Pelabuhan Pantoloan khususnya TPK Pantoloan serta mempelajari secara detail RIP tersebut.
Menurut Dr. Lukman Langkah awal yang krusial yang akan dilakukan oleh LPPM adalah merumuskan tujuan, mengidentifikasi topik dan masalah, serta menyusun panduan dan pedoman penelitian. Langkah ini bertujuan untuk memastikan apakah penelitian ini relevan dengan rencana pengembangan berdasarkan RIP tersebut serta apakah memiliki kontribusi yang nyata sesuai dengan celah pengetahuan (Gap) yang ada.
“Setelah itu LPPM Untad akan membentuk tim dan perencanaan, agar seluruh tahapan penelitian dapat berjalan secara sistematis dan sudah tentu sesuai dengan standar akademik,” ujar Dr. Lukman Kepala LPPM Untad Palu. (adv)
Apa Reaksimu?
