Imlek di Donggala, Harmoni Budaya Tionghoa dan Kaili Jadi Pesan Utama

Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi di Kabupaten Donggala menjadi panggung harmoni budaya dan pesan kebhinekaan. Digelar di Jalan Kemakmuran, Kota Donggala, Minggu (8/2/2026) malam.

Feb 9, 2026 - 13:22
 0
Imlek di Donggala, Harmoni Budaya Tionghoa dan Kaili Jadi Pesan Utama
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra saat memberikan sambutan pada Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi di Kabupaten Donggala. FOTO: IST

DONGGALA, METROSULAWESI,NET-  Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi di Kabupaten Donggala menjadi panggung harmoni budaya dan pesan kebhinekaan. Digelar di Jalan Kemakmuran, Kota Donggala, Minggu (8/2/2026) malam. Imlek kali ini menegaskan bahwa identitas Tionghoa telah lama menjadi bagian dari akar lokal Donggala.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menegaskan bahwa komunitas Tionghoa di Donggala bukanlah entitas luar, melainkan menyatu dengan sejarah dan kehidupan masyarakat setempat.

Ia mengungkapkan, almarhum ayahnya, Hermanto Chandra, merupakan keturunan Tionghoa asli Donggala atau yang dikenal sebagai Cina Donggala. Hal itu, menurutnya, menjadi bukti nyata keindahan akulturasi budaya yang telah hidup puluhan tahun di wilayah tersebut.

“Donggala ini punya ikatan sejarah yang kuat dengan masyarakat Tionghoa. Karena itu, saya selalu menyempatkan diri hadir, sebab ada darah dan sejarah keluarga di sini,” ujar Wijaya.

Ia juga menyoroti Jalan Kemakmuran sebagai simbol sejarah ekonomi Donggala. Kawasan ini sejak masa lampau dikenal sebagai pusat niaga masyarakat Tionghoa dan hingga kini tetap menjadi denyut aktivitas ekonomi kota. Nama Jalan Kemakmuran, katanya, sejalan dengan cita-cita membangun Donggala yang sejahtera dan berdaya saing.

Wijaya menyebut perayaan Imlek 2026 sebagai momentum penting karena untuk pertama kalinya kebudayaan Tionghoa ditampilkan secara terbuka dalam bingkai kebhinekaan Indonesia di Donggala. Semangat harmoni terlihat dari keterlibatan berbagai latar belakang etnis dalam rangkaian acara, mulai dari pemain barongsai, finalis Koko dan Cici, hingga penampilan seni tradisional Kaili Dadendate.

“Ini menunjukkan budaya Tionghoa di Donggala tumbuh secara inklusif, berdampingan dan saling menguatkan dengan budaya lokal,” jelasnya.

Perayaan tersebut turut dihadiri Bupati Donggala Vera Elena Laruni, Wakil Bupati Donggala Taufik M. Burhan, tokoh masyarakat Tionghoa Rony Tanusaputra, alumni Chung Hwa School Donggala, unsur Forkopimda, serta masyarakat Donggala dan sekitarnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Donggala, Muhammad, menyatakan Imlek 2026 bukan sekadar perayaan etnis, melainkan momentum memperkuat akulturasi budaya Tionghoa dan Kaili yang telah mengakar kuat. Ia menegaskan Donggala adalah rumah keberagaman yang menjadikan perbedaan sebagai kekuatan.

Pemerintah daerah, kata dia, berkomitmen menjadikan keragaman budaya sebagai daya tarik wisata khas. Rangkaian acara seperti atraksi barongsai, street festival, pesta kembang api, serta pelibatan UMKM dan tenant kuliner disiapkan agar dampak ekonomi dirasakan langsung masyarakat. Menariknya, kegiatan ini terlaksana tanpa menggunakan anggaran APBD berkat kolaborasi berbagai pihak.

Sementara itu, Bupati Donggala Vera Elena Laruni dalam sambutannya menyampaikan bahwa Imlek melambangkan harapan baru dan semangat kehidupan. Tahun Kuda dengan unsur api, menurutnya, menjadi simbol energi untuk bergerak maju secara cepat, tepat, dan terukur.

Ia mengaitkan filosofi tersebut dengan tradisi tanam masyarakat Kaili seperti Novunja yang mencerminkan nilai gotong royong dan harapan masa depan. Kesamaan nilai inilah yang menjadi fondasi harmoni budaya di Donggala.

Pada kesempatan tersebut, bupati juga memaparkan sejumlah agenda pembangunan strategis, mulai dari penataan Donggala Plaza, pengembangan Tanjung Karang Beachwalk dan pusat kuliner, hingga pembangunan hotel dan penataan kawasan kota. Ia menegaskan Donggala akan terus berbenah menjadi daerah yang lebih tertata dan menarik. (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow