Sempat Berkomplik, MBG di Patiwunga Segera Beroperasi
Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, yang sempat tertunda operasionalnya karena terjadi perselisihan antara pengurus Yayasan dengan Pemodal, Made Kajeng, dijadwalkan beroperasi kembali.
POSO, METROSULAWESI.NET - Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Desa Patiwunga, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, yang sempat tertunda operasionalnya karena terjadi perselisihan antara pengurus Yayasan dengan Pemodal, Made Kajeng, dijadwalkan beroperasi kembali.
Pengurus Yayasan Imanuel Permata Indah Tentena sebagai mitra Badan Gizi Nasional (BGN), melalui Kuasa Hukumnya dari Celebes Legal Center (CLC), Albert Sinay, Kamis (5/2) menyebutkan, jadwal Operasional dapur MBG Patiwunga akan dimulai tanggal 5 atau 6 Februari 2026.
Kata Albert, warga setempat telah menyatakan dukungan penuh terhadap operasional MBG di Desa Patiwunga tersebut. Dukungan itu telah tercantum di surat pernyataan tertulis.
Isi surat itu menyatakan 3 poin, warga berharap agar para siswa-siswi jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA yang berada di wilayah SPPG Patiwunga agar segera menerima manfaat program Pemerintah Pusat untuk Makan Bergizi Gratis.
Selain itu bilamana ada permasalahan internal di antara para Pengurus Yayasan dengan pihak pemberi modal, mohon agar segera diselesaikan secara musyawarah tanpa mengganggu kelanjutan operasional SPPG Patiwunga.
Tak hanya itu dalam isi surat tersebut mengatakan, warga akan menolak secara tegas bilamana ada aksi dan gangguan oleh oknum-oknum yang meresahkan di lingkungan SPPG Patiwunga sehingga kelanjutan operasional SPPG Patiwunga akan terganggu.
Advokat CLC Albert menyampaikan, pemodal dari Yayasan telah mengambil seluruh barang-barang yang digunakan pada Dapur MBG tersebut. Sehingga, pengurus Yayasan sudah membeli baran-barang baru sesuai dengan standar BGN.
“Pengurus Yayasan sudah berkoordinasi dengan pihak BGN dari tingkat Regional, Wilayah dan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kelanjutan operasional MBG Desa Patiwunga tersebut. Tentunya, dengan operasional MBG Patiwunga akan berdampak terhadap siswa-siswi sebagai penerima manfaat program Pemerintah Pusat ini,” sebutnya.
Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?
