Fikri: Semua Aset Terdaftar di Kartu Inventaris Barang

Semua aset (Randis, tanah, barang) pemda Kabupaten Donggala terdaftar di kartu inventaris barang. Demikian dikatakan Fikri Labajo mantan kabid aset di kantornya, Rabu 4 Februari 2-2026.

Feb 7, 2026 - 08:30
 0
Fikri: Semua Aset Terdaftar di Kartu Inventaris Barang
Mantan Kabid Aset, Fikri Labajo. (Foto: METROSULAWESI/ Tamsyir Ramli)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Semua aset (Randis, tanah, barang) pemda Kabupaten Donggala terdaftar di kartu inventaris barang. Demikian dikatakan Fikri Labajo mantan kabid aset di kantornya, Rabu 4 Februari 2-2026.

Pernyataan itu buntut dari laporan Pansus I DPDR yang menemukan aset pemda sebanyak 700 tanah tidak bersertipikat dan 200 unit randis tidak masuk dalam neraca keuangan.

“Yang dipersoalkan teman-teman pansus DPRD adalah temuan BPK, dan saya tahu persis yang dipersolkan pansus I. Tidak ada aset yang hilang. Semua aset terdaftar di kartu inventaris barang,” kata Fikri.

Fikri yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Donggala itu menjelaskan, penyebab temuan BPK pada proses pendataan aset pemda disebabkan baik berupa tanah dan randis, akibat adanya perubahan regulasi dari simbda BMD ke EBMD. Keduanya (BMD dan EBMD) adalah aplikasi yang belum dilakukan pemutakhiran data, sehingga banyak data aset berubah.

Misalnya, kata Kiki, sapaan akrabnya, data aset berupa randis saat perpanjangan STNK tidak dilapor. Hitorisnya (Sejarah) itu tidak terekam.

“BPKB mobil atau motor ada, cuma tidak ditahu ada pergantian nomor. Harusnya dimutakhirkan kembali semua aset, karena ada perubahn sistem pendataan aset dari Simda BMD ke EBMD,” bebernya.

“Untuk aset randis yang dikatakan teman-teman pansus I dari 700 hanya 200 masuk neraca keuangan tidak benar. Semua masuk neraca keuangan hanya saja mengsinkronkan BPKB dengan kendaraan fisik sulit. Misalnya jika terjadi perubahan plat,” jelasnya.

Ia menambhkan mengurus aset pemda itu gampang-gampang susah, karena menyangkut kepentingan.

“Ada kepentingan lah, urus aset gampang-gampang susah. Solusinya hanya satu memperbaiki asset, lakukan sensus aset konsekuensinya butuh anggaran dan butuh waktu,” tuturnya.

“Sekadar diketahui di bawah tahun 2000, banyak randis tidak ditahu keberadaannya, selain itu di bawah tahun 2005 ke bawah banyak barang sulit ditelusuri,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow