IMIP Serap 98.266 Tenaga Kerja, Angka Pengangguran di Morowali Merosot Tajam
Kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkokoh posisinya sebagai penggerak utama roda perekonomian di wilayah Indonesia Timur. Hingga akhir Agustus 2026, data Departemen HR PT IMIP mencatat jumlah tenaga kerja yang terserap di kawasan hilirisasi nikel tersebut telah menembus 98.266 orang, yang berdampak signifikan pada penurunan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
MOROWALI, METROSULAWESI.NET – Kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkokoh posisinya sebagai penggerak utama roda perekonomian di wilayah Indonesia Timur. Hingga akhir Agustus 2026, data Departemen HR PT IMIP mencatat jumlah tenaga kerja yang terserap di kawasan hilirisasi nikel tersebut telah menembus 98.266 orang, yang berdampak signifikan pada penurunan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Dari total puluhan ribu pekerja tersebut, mayoritas didominasi oleh talenta asal Pulau Sulawesi yang mencapai 92 persen atau sebanyak 90.405 orang. Secara lebih rinci, komposisi pekerja lokal tersebut terdiri atas Provinsi Sulawesi Tengah: 32 persen (31.445 orang), Kabupaten Morowali: 18 persen (17.688 orang) dan Kecamatan Bahodopi: 11 persen (10.809 orang)
Sementara itu, sisa tenaga kerja lainnya berasal dari luar Pulau Sulawesi dengan persentase 8 persen atau sebanyak 7.861 orang.
Dari sisi latar belakang pendidikan, PT IMIP membuka pintu yang luas bagi lulusan tingkat menengah. Sebanyak 64,5 persen atau 63.382 pekerja merupakan lulusan SMA/SMK sederajat yang telah dibekali program pelatihan kerja langsung. Di jenjang pendidikan tinggi, lulusan Sarjana (S1) menyumbang 28,8 persen (28.301 orang), diikuti oleh lulusan diploma sebesar 4,6 persen.
Head of Media PT IMIP, Dedy Kurniawan, menegaskan bahwa sebagai pusat pengolahan nikel global, PT IMIP berkomitmen melakukan transformasi berkelanjutan demi menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional.
"IMIP tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi, tetapi juga membuka peluang bagi berbagai jenjang pendidikan untuk bertumbuh dan berkarya. Komitmen kami adalah terus meningkatkan kapasitas terampil dan kesejahteraan masyarakat," ujar Dedy pada Rabu (2/9/2026).
Langkah penyerapan tenaga kerja secara masif ini sejalan dengan kebijakan hilirisasi industri yang digalakkan pemerintah pusat. Kehadiran kawasan industri inklusif seperti IMIP terbukti nyata menjadi "ladang" peningkatan kesejahteraan rakyat, mendongkrak pendapatan negara, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Morowali, Gladius Alfonsus, dalam rilis terpisah membenarkan bahwa masifnya aktivitas industri pengolahan di Bahodopi secara konsisten menjadi faktor utama yang menekan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah Morowali ke titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. (*)
Apa Reaksimu?

