Tuntut Gaji 13 dan 14, Vera Semprot Massa P3K
Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, meluapkan kemarahannya saat menemui massa demonstran di halaman Kantor Bupati pada Kamis sore kemarin.
DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, meluapkan kemarahannya saat menemui massa demonstran di halaman Kantor Bupati pada Kamis sore kemarin.
Kemarahan bupati dipicu oleh tuntutan para pendemo—yang merupakan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) guru dan kesehatan—yang mendesak agar tunjangan gaji ke-13 dan ke-14 segera dibayarkan.
Selain memarahi para tenaga P3K, Vera juga menyindir koordinator lapangan (korlap) aksi, Raslin.
"Apa yang kalian tuntut? Masker dan kacamata buka! Coba angkat tangan yang tenaga P3K, saya mau lihat mukanya. Jangan sampai yang hadir ini bukan tenaga P3K," ujar Bupati Vera di hadapan para pendemo.
Vera juga menuding adanya aktor intelektual di balik aksi tersebut. "Saya tahu ini ada provokator. Saya tahu tempat pertemuan kalian di Labuan. Bukannya saya tidak menghargai korlap, tapi kalian datang dari jauh. Maaf pak Korlap Raslin, saya tidak respect dengan Anda," tegas Vera dengan nada emosi.
Sebelum bupati keluar menemui massa, demonstran yang berada di bawah komando Raslin tersebut sempat melakukan orasi secara bergantian di halaman kantor bupati. Dalam orasinya, Raslin mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Donggala untuk tidak menahan hak para pegawai.
"Uang sudah ada, jangan ditunda. Segera bayarkan gaji 13 dan 14 tenaga P3K kesehatan dan guru. Jangan ada intimidasi terhadap tenaga P3K! Bupati, temui kami dan jawab kapan gaji kami dibayarkan. Jangan hanya saat kampanye saja rajin mendatangi masyarakat sampai ke rumah-rumah membawa sembako dan amplop," kritik Raslin dalam orasinya.
Raslin juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang dinilai melakukan intimidasi terselubung untuk meredam aksi massa.
"Awalnya banyak tenaga P3K yang ingin hadir, tetapi mereka takut karena adanya intimidasi melalui surat edaran. Jangan takut, jabatan bupati itu tinggal tiga tahun lagi, sedangkan masa pengabdian kita masih lama," serunya membakar semangat massa.
Pantauan Metrosulawesi di lokasi, aksi yang berlangsung di bawah terik matahari tersebut sempat membuat tensi kedua belah pihak memanas. Meski demikian, situasi secara umum tetap aman dan terkendali.
Bupati Vera pun meminta para tenaga P3K untuk bersabar dan memercayai proses yang sedang berjalan di pemerintah daerah.
"Apakah kalian tidak memiliki kesabaran? Tidak ada pemerintah yang melakukan intimidasi. Sekarang, kalian lebih percaya kepada saya selaku pemerintah atau orang lain? Menyangkut hak kalian, semua sedang diproses sesuai prosedur," pungkas Vera menenangkan massa.
Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?

