Mendikdasmen: Pemerintah Buka Penerimaan CPNS Guru Atasi Kekurangan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti mengemukakan pada tahun 2027, pemerintah membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS) guru guna mengatasi kekurangan tenaga pengajar di tanah air.

Juli 2, 2026 - 16:50
Mendikdasmen: Pemerintah Buka Penerimaan CPNS Guru Atasi Kekurangan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti. ANTARA/Aprionis

PANGKALPINANG, METROSULAWESI.NET- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia Abdul Mu’ti mengemukakan pada tahun 2027, pemerintah membuka penerimaan calon pegawai negeri sipil (PNS) guru guna mengatasi kekurangan tenaga pengajar di tanah air.

"Sekarang kita masih kekurangan guru sebanyak 561 ribu orang di seluruh Indonesia," kata Prof Abdul Mu’ti saat menghadiri Wisuda Ke-17 Universitas Muhammadiyah Babel di Pangkalpinang, Kamis.

Ia mengatakan dalam mengatasi kekurangan guru ini, pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya, pemerintah akan melakukan penerimaan dan pengangkatan guru berstatus PNS untuk ditugaskan di daerah-daerah yang mengalami kekurangan.

"Para guru PNS ini harus siap ditugaskan di mana saja, termasuk daerah-daerah terpencil di seluruh wilayah Republik Indonesia," ujarnya.

Ia menyatakan penerimaan guru PNS ini harus berbasis tes, berbasis meritugrafi, sehingga kelulusannya ditentukan oleh kualitas dan mutu para pendaftar tenaga pendidikan PNS.

"Para guru ASN lulus tes ini akan ditempatkan atau ditugaskan di daerah-daerah yang masih mengalami kekurangan tenaga pendidik," ujarnya.

Ia menegaskan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Asta Cita menegaskan dan berkomitmen untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat.

"Saat ini kita masih menghadapi berbagai kesenjangan pendidikan di Indonesia. Kesenjangan tersebut tidak hanya menyangkut akses, tetapi juga mutu pendidikan dan masih banyak anak yang belum memperoleh kesempatan belajar, karena keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, disabilitas, kemampuan intelektual, maupun faktor sosial dan budaya," katanya. (ant)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow