Pemerintah Gerak Cepat Tangani Anak Putus Sekolah
Pemerintah terus bergerak cepat untuk menangani permasalahan bagi anak putus sekolah di Indonesia dengan memperluas akses pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Kabupaten Tangerang, 08/8 (ANTARA) - Pemerintah terus bergerak cepat untuk menangani permasalahan bagi anak putus sekolah di Indonesia dengan memperluas akses pendidikan gratis melalui program Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di Tangerang, Banten, Sabtu mengatakan, bahwa sebagai bentuk komitmen pemerintah maka pihaknya telah memberikan jaminan kepada anak-anak jalanan maupun anak putus sekolah akan mendapat jaminan pendidikan formal.
"Alhamdulillah, sekarang sudah 43.000 anak-anak di jalanan, anak-anak yang tidak sekolah sudah bersekolah kembali. Dan ke depan diharapkan semakin banyak dan khususnya di kota-kota besar di Jakarta, kemudian di sekitar Banten," ucap Teddy saat meninjau Gedung Rintisan Sekolah Rakyat di Komplek Sekolah Penerbangan Curug, Legok, Kabupaten Tangerang, Sabtu.
Ia mengatakan, melalui Kementerian Sosial (Kemensos), pemerintah telah membangun gedung-gedung sekolah yang sebelumnya kurang terpakai dan direnovasi dengan cepat untuk dialihfungsikan sebagai fasilitas rintisan program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, langkah cepat ini diambil agar anak-anak yang biasa menghabiskan waktu di jalanan dapat segera mengenyam pendidikan tanpa harus menunggu proses pembangunan gedung baru yang memakan waktu lama.
"Pembangunan butuh waktu mungkin setahun, tapi anak sekolah tidak boleh terlambat, harus segera. Makanya ada yang rintisan," ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah di mana tahun lalu telah dibentuk sebanyak 165 Sekolah Rakyat.
Sementara itu, pada tahun ini terdapat 100 bangunan baru yang disiapkan di berbagai kota dan kabupaten dengan fasilitas yang lebih besar, layak, dan memadai.
"Khusus di wilayah Banten sendiri, terdapat dua bangunan baru serta enam sekolah rintisan serupa," katanya.
Teddy menegaskan, hingga kini program Sekolah Rakyat tersebut telah berhasil merangkul sekitar 43.000 anak jalanan dan anak putus sekolah untuk kembali mengenyam pendidikan.
Di mana, pemerintah menargetkan jumlah ini akan terus bertambah setiap tahunnya, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan kawasan sekitar Banten.
"Anak-anak yang terjaring dalam program ini tidak hanya mendapatkan akses pendidikan, tetapi juga fasilitas penunjang seperti penginapan, makanan, jaminan kesehatan, hingga perlengkapan sekolah yang layak," terangnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga kini tengah menyasar anak-anak dari berbagai latar belakang rentan, mulai dari mereka yang tidak memiliki pekerjaan layak, anak yatim piatu, hingga anak-anak yang kehilangan orang tua.
Kendati, ia berharap upaya kerja keras Kemensos ini dapat terus menekan angka anak putus sekolah dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak bangsa.
"Rencananya, puluhan hingga seratus sekolah baru di seluruh Indonesia akan mulai aktif beroperasi secara penuh pada akhir Agustus mendatang pasca-perayaan 17 Agustus 2026," kata dia. (antara)
Apa Reaksimu?

