Perketat Pengawasan Pangan Jelang HBKN di Sulteng
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pangan bersama Tim Satgas Saber Pangan Bareskrim Polri dan Tim Badan Pangan Nasional melaksanakan pemantauan dan monitoring stabilisasi serta keamanan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2026 di Provinsi Sulteng.
PALU, METROSULAWESI.NET - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pangan bersama Tim Satgas Saber Pangan Bareskrim Polri dan Tim Badan Pangan Nasional melaksanakan pemantauan dan monitoring stabilisasi serta keamanan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2026 di Provinsi Sulteng.
Kegiatan dipimpin Kombes Pol. James Hutajulu, dan melibatkan lintas sektor, di antaranya Satgas Pangan Polda Sulawesi Tengah, Satgas Pangan Polresta Palu, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah terkait, Sabtu, 14 Februari 2026.
Dalam arahannya, James menegaskan bahwa kunjungan timnya ke Sulawesi Tengah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah konkret untuk memastikan kestabilan harga, ketersediaan stok, dan kelancaran distribusi bahan pangan pokok.
"Kami mengingatkan para pelaku usaha agar tidak melakukan praktik penimbunan yang berpotensi memicu kelangkaan dan kenaikan harga. Semua pihak memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga stabilitas harga pangan," ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas pasokan, terutama menjelang HBKN. Penguatan pengawasan lintas sektoral dinilai krusial guna mencegah lonjakan harga dan potensi kelangkaan yang dapat membebani masyarakat.
Tim melakukan inspeksi mendadak di sejumlah ritel modern, di antaranya Grand Hero dan Hypermart. Dalam sidak tersebut, berbagai komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, telur ayam, daging ayam ras, dan daging sapi diperiksa secara langsung.
Hasil pemeriksaan rapid test secara sampling oleh petugas Pengawas Keamanan Pangan UPT PSMKP Dinas Pangan terhadap daging ayam dan daging sapi tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya sehingga dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Dari sisi harga, bahan pokok penting terpantau masih berada dalam ketentuan Harga Acuan Pemerintah (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET). Tidak ditemukan gejolak harga maupun gangguan distribusi di lapangan.
Selain sidak ritel modern, tim turut mengunjungi Gudang Bulog Tondo untuk memastikan ketersediaan stok beras. Dari hasil pengecekan, stok beras yang tersedia untuk wilayah Sulawesi Tengah, termasuk melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), dinyatakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga satu tahun ke depan.
Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim
Apa Reaksimu?
