IMIP Raih Dua Penghargaan di PR Indonesia Awards 2026

Capaian dan pengakuan diraih PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam bidang Public Relations (PR). Pada ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2026, IMIP berhasil meraih dua penghargaan Bronze Winner untuk Program subkategori Corporate PR melalui “Kampanye Bijak Bermedia Sosial di Kawasan IMIP”, serta kategori Owned Media subkategori Majalah Internal untuk "Klaster" edisi 21 November 2025. Penghargaan itu diumumkan dalam Malam Penganugerahan The 11th PR Indonesia Awards di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).

Feb 19, 2026 - 05:30
 0
IMIP Raih Dua Penghargaan di PR Indonesia Awards 2026
Perwakilan PT IMIP menerima penghargaan bidang Public Relations dalam Malam Penganugerahan The 11th PR Indonesia Awards di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Jumat (13/2/2026). (Foto: Humas IMIP)

MOROWALI, METROSULAWESI.NET - Capaian dan pengakuan diraih PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam bidang Public Relations (PR). Pada ajang PR Indonesia Awards (PRIA) 2026, IMIP berhasil meraih dua penghargaan Bronze Winner untuk Program subkategori Corporate PR melalui “Kampanye Bijak Bermedia Sosial di Kawasan IMIP”, serta kategori Owned Media subkategori Majalah Internal untuk "Klaster" edisi 21 November 2025. Penghargaan itu diumumkan dalam Malam Penganugerahan The 11th PR Indonesia Awards di Taman Budaya Embung Giwangan, Yogyakarta, Jumat (13/2/2026).

Event tahunan yang diselenggarakan PR INDONESIA Group ini menjadi barometer profesionalitas kehumasan dan inovasi komunikasi publik di Tanah Air. Mengusung tema "Merajut Narasi dan Menguatkan Reputasi untuk Negeri", PRIA 2026 menghadirkan ratusan peserta dari berbagai sektor, mulai dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian, Pemerintah Daerah, Perguruan Tinggi, hingga Korporasi Swasta Nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pentingnya etika dalam praktik komunikasi publik, terutama di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan.

“Di tengah kecanggihan akal imitasi (AI) dan algoritma digital, etika komunikasi harus tetap menjadi pagar moral agar praktisi tidak terjebak dalam manipulasi informasi," ujar Sri Sultan, seperti disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov DIY, Aria Nugrahadi. Ia berharap PRIA dapat lebih dimaknai forum pembelajaran bersama untuk meningkatkan standar komunikasi publik nasional. 

Untuk diketahui, PRIA telah digelar sejak 2016 dan pada pelaksanaan tahun ini, kompetisinya mencakup sembilan kategori. Diantaranya Insan PR, Program PR, Owned Media, Kanal Digital, hingga Public Affairs yang merupakan kategori baru hasil kolaborasi dengan Indonesia Public Affairs Community (IPAC).

CEO PR INDONESIA Group, Asmono Wikan, mengapresiasi seluruh peserta dan dewan juri atas profesionalisme dalam proses seleksi. Asmono mendorong perusahaan Indonesia untuk percaya diri bersaing di tingkat global. "Tanpa juri takkan ada kompetisi ini. Penilaian karya ajang PR Indonesia Awards tahun depan akan semakin diperketat," kata Asmono.

Direktur PR INDONESIA Group, Frans Sutedjo, mencatat peningkatan signifikan partisipasi sektor swasta dalam PRIA 2026. Jika pada 2025 diikuti sekitar 30 perusahaan swasta, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 50 institusi. "PR Indonesia Awards adalah tolok ukur kualitas dan kinerja divisi humas. Dari hasil penjurian yang teliti dan profesional, IMIP dinilai berhasil mengelola informasi secara kredibel dan terukur," ungkap Frans.

Menurutnya, prestasi PT IMIP tersebut merupakan pengakuan atas konsistensi dan kualitas program komunikasi yang dijalankan telah bergerak menuju standar profesional terukur dan bertanggung jawab. Dia memandang kampanye bijak bermedia sosial relevan dalam membangun literasi digital di lingkungan kerja. Sementara majalah Klaster telah menjadi medium komunikasi internal yang informatif dan menarik.

Sementara itu, Direktur Komunikasi PT IMIP, Emilia Bassar, menjelaskan, keikutsertaan dalam PRIA 2026 merupakan kedua kali setelah sebelumnya pada tahun 2025 lalu, sekaligus kali pertama bagi Departemen Media terlibat secara penuh. Menurut Emilia, kampanye bijak bermedia sosial lahir dari kebutuhan internal untuk membangun budaya komunikasi digital yang bertanggung jawab di tengah dinamika informasi cepat dan kompleks. (rad/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow