Tim Dirjen Hubla Tinjau Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Pelabuhan Pantoloan

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut (DJPL) dan Kepala Kesyahbandara Otoritas Pelabuhan Kelas II Teluk Palu (KSOP) bersama dengan Tim Indonesia Resident Mission, melaksanakan peninjauan lapangan atas proyek bantuan darurat rehabilitasi dan rekonstruksi di Pelabuhan Pantoloan pada Rabu 27 Agustus 2025.

Agustus 29, 2025 - 19:44
 0
Tim Dirjen Hubla Tinjau Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi di Pelabuhan Pantoloan
Diskusi dan tanya jawab Terminal Head TPK Pantoloan Chaerur Rijal (Kanan) dengan Tim ADB Indonesia Resident Mission – Dermaga Petikemas Pelabuhan Pantoloan, Rabu 27 Agustus 2025. FOTO: IST

PANTOLOAN, METROSULAWESI.NET– Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam hal ini Dirjen Perhubungan Laut (DJPL) dan Kepala Kesyahbandara Otoritas Pelabuhan Kelas II Teluk Palu (KSOP) bersama dengan Tim Indonesia Resident Mission, melaksanakan peninjauan lapangan atas proyek bantuan darurat rehabilitasi dan rekonstruksi di Pelabuhan Pantoloan pada Rabu 27 Agustus 2025.

Misi peninjauan dalam rangka melihat secara langsung kondisi penyelesaian proyek yang berlangsung selama 5 (lima) hari, dari tanggal 25 sampai dengan 29 Agustus 2025 dibawa pengawasan oleh Tim Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Republik Indonesia salah satunya ada di Pelabuhan Pantoloan yang dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) yang di operasikan pengelolaannya oleh Terminal Petikemas Pantoloan (TPK Pantoloan).

Kedatangan Tim ke Pelindo TPK Pantoloan di terima langsung oleh Terminal Head, Chaerur Rijal sekaligus General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan dan Manager Operasi, Aris di dermaga petikemas dimana sebagian sepanjang 12 meter adalah dari proyek rehabilitasi dan rekonstruksi yang menggunakan pendanaan dari Asian Development Bank (ADB) pada Tahun 2022. 

Sambil melihat proses kegiatan pelayanan bongkar muat petikemas KM. Meratus Kelimutu milik Shipping Line PT Meratus Line, Tim dari ADB Indonesia Resident Mission beserta Tim dari Bappenas melakukan peninjauan serta memeriksa kondisi proyek ADB sepanjang 12 Meter penambahan dermaga petikemas yang berada tepat disisi bagian utara dari dermaga petikemas Pelabuhan Pantoloan, setelah meninjau dan memeriksa Tim ADB dan Bappenas mendapat penjelasan dari Terminal Head Petikemas dan sekaligus General Manager Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal terkait keberadaan dan pemanfaatan penambahan 12 Meter dermaga petikemas tersebut dari sisi kinerja dan pencapaian TPK Pantoloan.


 “Penambahan 12 Meter dermaga petikemas tersebut menjadikan panjang dermaga petikemas di Pelabuhan pantoloan menjadi 200 Meter dan memungkinkan 2 (dua) alat angkat bongkar muat petikemas berada di atas dermaga tersebut untuk beroperasi secara bersamaan melayani bongkar muat petikemas baik dari kapal ke dermaga maupun sebaliknya,” ucap Chaerur Rijal.

Lanjut GM dan sekaligus TH (istilah dari nama jabatan) mengatakan ; “Yang sedang akan kami usahakan dalam waktu dekat adalah melaksanakan uji coba pelayanan bongkar muat kapal petikemas secara bersamaan 2 (dua) kapal sekaligus, hal ini sekaligus kami juga mau mengecek dan melihat efektivitas pelayanan bongkar muat di dermaga petikemas yang telah memiliki Panjang 200 Meter setelah adanya penambahan 12 Meter dari proyek Asian Development Bank (ADB) dengan sekali pelayanan bongkar muat 2 (dua) kapal petikemas dengan 2 (dua) alat angkat, untuk QCC milik PT Pelindo TPK Pantoloan dan HMC milik PT Temas Port.”  

Terminal Head, Chaerur Rijal yang di damping Manager Operasi, Aris beserta KSOP Kelas II Teluk Palu, Handry Sulfian serta Tim dari Dirjen Hubla, Marvin juga menjelaskan terkait beberapa pertanyaan dalam diskusi singkat baik dari anggota Tim ADB Indonesia Resident Mission maupun dari Tim Bappenas terkait dengan apakah ada rencana PT Pelindo untuk mereklamasi sisi dalam kolam dari dermaga petikemas, menurut Chaerur Rijal bahwa hal itu juga masuk dari pada rencana investasi terkait dengan pelebaran dermaga petikemas maupun dermaga konvensional dan dermaga penumpang.

 “Sesuai dengan Rencana Induk Pelabuhan (RIP) yang di keluarkan oleh Kementerian Perhubungan RI yang ditanda tangani pada Tahun 2012 bahwa peruntuknya Pelabuhan Pantoloan ini akan menjadi Pelabuhan Petikemas, dimana semua kegiatan operasional Pelabuhan khusus untuk melayani kegiatan petikemas,” kata orang nomor satu di Pelabuhan Pantoloan.

Sedangkan yang terkait dengan tarif Pelayanan Jasa Kepelabuhanan yang berlaku di Pelabuhan Pantoloan saat ini menurut Chaerur Rijal adalah tarif yang berlaku sejak Tahun 2018 yang masih di tanda tangani di era sebelum mergernya PT Pelabuhan Indonesia (Persero), hal ini pun sempat di tanggapi oleh Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu bahwa tarif pelayanan jasa kepelabuhanan di Pelabuhan Pantoloan Adalah yang termurah dan paling lama adanya perubahan atau kenaikan.

 “Sebagai contoh tarif pelayanan jasa terkait pelayanan kapal export, dimana salah satu Perusahaan Pelayaran Global SITC Container Lines Company Ltd yang telah melakukan kegiatan sejak tanggal 10 Mei 2025 di Pelabuhan Pantoloan masih menggunakan tarif internasional yang berlaku di Pelindo Terminal Makassar New Port,” kata Terminal Head TPK Pantoloan.

Hal ini disebabkan menurut Chaerur Rijal ; “Di karenakan Pelindo Regional 4 Pantoloan sejak di serahkan pengoperasiannya ke Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) sejak tanggal 1 Juli 2022, belum sama sekali memiliki tarif pelayanan jasa kepelabuhanan untuk tarif internasional sedangkan untuk tarif domestic masih memakai tarif peninggalan era PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) Cabang Pantoloan.”

Untuk itu sambung Chaerur Rijal ; “Kami telah melakukan koordinasi dengan Kepala KSOP Kelas II Teluk Palu dan Assosiasi serta pengguna jasa untuk sekiranya tarif jasa kepelabuhanan yang berlaku sejak Tahun 2018 agar di tinjau kembali untuk segera di lakukan perubahan dan kenaikan, karena sudah tidak relevan dengan kondisi yang ada sekarang ini.”

Ditambahkan lagi ; “Dimana pengelolaan Pelabuhan Pantoloan sudah di alihkan ke PT Pelindo Terminal Petikemas, salah satu Subholding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) paska merger pada tanggal 1 Oktober 2021, berdasarkan PP Nomor 101 Tahun 2021 tentang penggabungan Pelindo I, III dan IV ke dalam Pelindo II yang ditanda tangani oleh Presiden Joko Widodo,” tutur Chaerur Rijal.

Jika dilihat dari pertumbuhan PT Pelindo TPK Pantoloan dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan dan peningkatan, dimana ; “Arus Petikemas Pelindo TPK Pantoloan sampai dengan periode Juli 2025 mengalami peningkatan sebesar 65.378 Teus, dibanding pada periode yang sama Tahun 2024 sebesar 63.435 Teus, sedangkan pendapatan usaha periode Juli 2025 sebesar Rp. 54,68 Milyar mengalami peningkatan dibanding periode yang sama Tahun 2024 sebesar Rp. 52,01 Milyar” kata Chaerur Rijal.

Diskusi singkat di dermaga petikemas mendapat perhatian dari perwakilan ADB Indonesia Resident Mission dan Tim Bappenas serta mendapat perhatian serta catatan pencapaian proyek secara keseluruhan dari proyek rehabilitas dan rekonstruksi yang ada di Pelabuhan Pantoloan, di akhir dengan foto bersama Tim dengan latar belakang kegiatan operasional bongkar muat petikemas.  (*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow