PT CPM dan DLH Kota Palu Luncurkan Gerakan Poboya Pakaroso

PT PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu resmi meluncurkan Gerakan Poboya Pakaroso di Lapangan Watumorangga, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Senin (16/2).

Feb 17, 2026 - 11:54
 0
PT CPM dan DLH Kota Palu Luncurkan Gerakan Poboya Pakaroso
PT PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu resmi meluncurkan Gerakan Poboya Pakaroso di Lapangan Watumorangga, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Senin (16/2). FOTO: IST

PALU, METROSULAWESI.NET- PT PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu resmi meluncurkan Gerakan Poboya Pakaroso di Lapangan Watumorangga, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Senin (16/2).

Program ini menyasar pemberdayaan ekonomi rumah tangga dan penguatan pengelolaan lingkungan di wilayah lingkar tambang.

Peluncuran program dihadiri General Manager PT CPM Ari Nugroho, Kepala Dinas DLH Kota Palu Mohammad Arif Lamakarate, Camat Mantikulore, serta Lurah Poboya.

Gerakan Poboya Pakaroso memadukan tiga agenda utama, yakni gerakan tanam cabai di pekarangan rumah, pembentukan dan penguatan bank sampah, serta pasar murah bagi warga.

Kepala Dinas DLH Kota Palu, Mohammad Arif Lamakarate, menegaskan program bank sampah di Poboya menjadi langkah konkret membantu pemerintah menekan volume sampah.

 “Saat ini masih ada sekitar 7 ton sampah per hari yang belum tertangani secara optimal. Kehadiran bank sampah ini sangat membantu kami dalam pengelolaan sampah di Kota Palu,” ujar Arif.

Ia meminta warga disiplin memilah sampah sejak dari rumah dengan memisahkan sampah organik dan nonorganik sebelum disetorkan ke bank sampah.

 “Kalau masyarakat tertib memilah sampah, beban pemerintah akan jauh berkurang dan lingkungan menjadi lebih bersih,” tegasnya.

Pengelolaan bank sampah di Poboya melibatkan kolaborasi dengan Relawan Orang dan Alam (ROA) sebagai pendamping dan penyuluh teknis. Saat ini, struktur pengurus bank sampah telah terbentuk dan mulai menjalankan operasional.

Superintendent PPM/CSR PT CPM, Rahyunita Handayani, menjelaskan Gerakan Poboya Pakaroso dirancang sebagai program terpadu berbasis rumah tangga.

 “Program ini kami mulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga. Di bidang lingkungan, kami dorong pemilahan sampah dari sumbernya. Minimal warga bisa memisahkan sampah organik dan plastik,” jelas Rahyunita.

Di sektor ekonomi, perusahaan menggulirkan program pemanfaatan pekarangan melalui pembagian 10 bibit cabai per rumah tangga. Pada tahap awal, sebanyak 130 rumah tangga di 13 RT ditetapkan sebagai pilot project.

“Kami ingin kebutuhan cabai untuk konsumsi rumah tangga bisa dipenuhi sendiri. Hasil lebihnya dapat dijual dan menjadi tambahan pendapatan keluarga,” katanya.

Sebagai stimulus, PT CPM menyalurkan insentif pemberdayaan ekonomi kepada sekitar 1.200 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Poboya. Setiap KK menerima Rp1 juta per bulan yang disalurkan melalui Bank Sulteng.

 “Insentif ini kami berikan agar tidak ada alasan terkendala biaya untuk pemilahan sampah maupun pemanfaatan pekarangan. Kami targetkan berjalan selama satu tahun, dengan evaluasi setiap enam bulan,” ujar Rahyunita.

Ia menegaskan program ini khusus menyasar wilayah Poboya sebagai kawasan lingkar tambang.

 “Perusahaan berharap dalam satu tahun ke depan terbentuk kemandirian ekonomi warga sekaligus perubahan perilaku dalam pengelolaan lingkungan” tandasnya. (adv)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow