Gubernur Selurkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Wilayah Terpencil

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kembali menyerahkan bantuan 12 unit mobil ambulans kepada rumah ibadah dan yayasan keagamaan sebagai bagian dari Program Berani Sehat, Jumat (2/1/2026).

Jan 6, 2026 - 09:23
 0
Gubernur Selurkan Bantuan Mobil Ambulans untuk Wilayah Terpencil
Gubenur Sulteng Anwar Hafid secara simbolis menyerahkan bantuan mobil ambulans untuk desa terpencil di kantor gubernur, Jumat (2/1/2026). FOTO: ABAS/RRI

PALU, METROSULAWESI.NET- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid kembali menyerahkan bantuan 12 unit mobil ambulans kepada rumah ibadah dan yayasan keagamaan sebagai bagian dari Program Berani Sehat, Jumat (2/1/2026).

Bantuan tahap kedua ini melengkapi 19 unit ambulans yang telah disalurkan sebelumnya, sehingga total 31 unit ambulans kini disiapkan untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa.

12 unit ambulans tahap kedua diserahkan kepada Masjid Nurul Amin, Masjid Ittihadul Khairat, Masjid Al Muhajirin, Masjid Al-Ikhlas, GPI Jemaat Ekklesia, Masjid At-Tauhid, Masjid Agung Banggai Laut, Masjid Nur Jamaah, Yayasan Majelis Ittihadul Ummat Muhammad SAW, Yayasan Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Sulawesi Tengah, serta Yayasan Basabas.

Gubernur Anwar Hafid menegaskan Program Berani Sehat lahir dari realitas masih terbatasnya akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah pedesaan dan daerah terpencil. Banyak warga, kata dia, harus menempuh jarak jauh dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan seadanya ketika membutuhkan pertolongan medis.

“Kita tidak mau lagi ada warga desa yang terlambat tertolong hanya karena tidak ada kendaraan. Berani Sehat hadir supaya rakyat kecil, di desa dan daerah sulit, bisa cepat sampai ke layanan kesehatan,” ujar Gubernur Anwar Hafid.

Menurutnya, penempatan ambulans di rumah ibadah dan yayasan keagamaan merupakan strategi agar layanan kesehatan darurat benar-benar dekat dengan masyarakat, mudah dijangkau, serta siap digunakan kapan saja, termasuk untuk ibu melahirkan dan pasien gawat darurat.

Gubernur juga menekankan agar pengelolaan ambulans mengedepankan nilai kemanusiaan dan tidak berorientasi pada keuntungan. Ia meminta agar biaya operasional diatur secara wajar dan terjangkau oleh masyarakat.

“Ambulans ini untuk menolong orang. Jangan sampai warga yang sudah susah, masih dibebani biaya tinggi. Operasional silakan diatur, tapi harus manusiawi dan terjangkau,” tegasnya.

Anwar Hafid memastikan penyaluran ambulans Program Berani Sehat akan terus berlanjut hingga lima tahun ke depan, dengan prioritas pada wilayah terpencil, kepulauan, dan desa-desa yang akses kesehatannya masih terbatas.

“Target kita jelas. Tidak boleh ada lagi warga desa yang gagal dirujuk karena tidak ada ambulans. Negara harus hadir sampai ke pelosok,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga mengingatkan para penerima bantuan agar tidak mencabut stiker Berani Sehat yang terpasang pada ambulans. Menurutnya, stiker tersebut merupakan penanda bahwa ambulans hadir sebagai layanan publik bagi masyarakat.

“Itu tanda bahwa ambulans ini milik rakyat, hasil program pemerintah untuk masyarakat. Biarkan warga melihat dan merasakan manfaatnya,” ujar Anwar Hafid.

Gubernur Anwar Hafid mengajak daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan layanan kesehatan, khususnya di wilayah terpencil, untuk aktif mengajukan permohonan bantuan ambulans kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kalau daerahnya jauh, aksesnya sulit, jangan ragu mengajukan. Kita akan prioritaskan yang benar-benar membutuhkan. Ini soal nyawa rakyat,” kata Gubernur.(ril/*)

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow