Hukuman Ditangguhkan, Folarin Balogun Bisa Main Untuk AS Lawan Belgia
Folarin Balogun dipastikan bisa bermain untuk timnas Amerika Serikat (AS) saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan.
JAKARTA, METROSULAWESI.NET- Folarin Balogun dipastikan bisa bermain untuk timnas Amerika Serikat (AS) saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah FIFA menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan.
Sebelumnya, Balogun mendapatkan sanksi karena menerima kartu merah langsung saat skuad Mauricio Pochettino mengalahkan Bosnia-Herzegovina 2-0 pada babak 32 besar.
Mantan penyerang Arsenal tersebut diusir wasit pada menit ke-64 setelah melakukan pelanggaran terhadap bek Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic.
"Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bertanding ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," tulis FIFA pada Minggu.
Badan sepak bola dunia itu menambahkan, apabila Balogun melakukan pelanggaran serupa dengan tingkat keseriusan yang sama selama masa percobaan, maka penangguhan akan dicabut dan hukuman tersebut diberlakukan tanpa mengurangi sanksi tambahan atas pelanggaran baru.
Keputusan FIFA tersebut membuat Balogun kini bisa diturunkan saat menghadapi Belgia dalam perebutan tiket ke perempat final yang akan berlangsung pada Selasa (7/7) pagi pukul 07.00 pagi WIB.
Balogun merupakan salah satu pemain kunci tim tuan rumah sepanjang Piala Dunia 2026. Dia telah mencetak tiga gol, termasuk dua gol saat laga perdana AS di turnamen ini dengan kemenangan 4-1 atas Paraguay.
Penyerang berusia 25 tahun itu juga sempat membuka keunggulan melawan Bosnia dan Herzegovina sebelum akhirnya menerima kartu merah.
Keputusan penangguhan hukuman itu disambut positif oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Melalui akun Truth Social, Trump mengucapkan terima kasih kepada FIFA karena dianggap telah memperbaiki keputusan yang tidak adil.
"Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan membalikkan ketidakadilan yang besar!" tulis Trump. (ant)
Apa Reaksimu?

