Rakerwil PERDAMI, Keterbatasan Dokter Spesialis Mata di Daerah Jadi Sorotan
Keterbatasan tenaga dokter spesialis mata di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah menjadi sorotan dalam pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (3/11/2026).
PALU, METROSULAWESI.NET - Keterbatasan tenaga dokter spesialis mata di sejumlah daerah di Sulawesi Tengah menjadi sorotan dalam pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Sulawesi Tengah di Palu, Selasa (3/11/2026).
Pemerataan tenaga dokter spesialis mata dinilai penting agar masyarakat, termasuk yang tinggal di wilayah pelosok, mendapatkan akses pelayanan kesehatan mata yang setara dengan masyarakat perkotaan.
Pesan tersebut disampaikan Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Dewanto, saat membacakan sambutan gubernur pada pembukaan Rakerwil.
Selain pemerataan tenaga medis, gubernur juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mendeteksi penyakit dan gangguan penglihatan sejak dini.
"Deteksi dini adalah langkah sederhana, tetapi dapat menentukan kualitas hidup seseorang di masa mendatang," ujar Rudi.
Menurutnya, kehilangan indera penglihatan dapat mengurangi kemandirian seseorang, membatasi kesempatan untuk belajar dan bekerja, hingga menurunkan kualitas hidup.
Karena itu, masyarakat diimbau memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah sebagai upaya mendeteksi dan memitigasi potensi penyakit kronis sejak dini.
Gubernur juga mengajak putra-putri daerah, khususnya kalangan dokter, untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis melalui dukungan program BERANI Cerdas Kuliah.
"Kita ingin supaya semakin banyak dokter spesialis yang lahir dari daerah dan mau kembali mengabdi untuk masyarakat," katanya.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus merata hingga ke seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
Ketua PERDAMI Sulteng, dr. Santy Kusumawaty, Sp.M., M.Kes., mengatakan penanganan berbagai penyakit yang berkaitan dengan penglihatan membutuhkan kolaborasi erat dari berbagai pihak.
Menurutnya, Rakerwil menjadi momentum penting untuk merumuskan gagasan, memperkuat komitmen, serta menyusun program kerja yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sekretaris Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulteng, dr. David Pakaya, M.Biomed., berharap PERDAMI lebih proaktif mendorong pemerataan dokter spesialis mata, terutama di kabupaten yang hingga kini belum memiliki tenaga spesialis tersebut.
Ia menyebut Banggai Kepulauan dan Banggai Laut sebagai dua daerah yang masih membutuhkan perhatian dalam pemenuhan dokter spesialis mata.(ril/*)
Apa Reaksimu?

