Dinas Perikanan Donggala Bentuk Tim Percepatan Program KNMP

Dinas Perikanan Kabupaten Donggala memastikan tidak akan bekerja sendiri dalam menyukseskan program Kampung Nelayan Modern (KNMP). Sebagai langkah strategis, dinas terkait membentuk Tim Percepatan Pembangunan Program Kampung Nelayan yang melibatkan berbagai instansi internal maupun eksternal.

Sep 12, 2026 - 14:30
Dinas Perikanan Donggala Bentuk Tim Percepatan Program KNMP
Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Asegaf. (Foto: METROSULAWESI/ Tamsyir Ramli)

DONGGALA, METROSULAWESI.NET - Dinas Perikanan Kabupaten Donggala memastikan tidak akan bekerja sendiri dalam menyukseskan program Kampung Nelayan Modern (KNMP). Sebagai langkah strategis, dinas terkait membentuk Tim Percepatan Pembangunan Program Kampung Nelayan yang melibatkan berbagai instansi internal maupun eksternal.

Tim yang baru dibentuk ini nantinya berada di bawah kendali langsung Bupati Donggala sebagai Pengarah I dan Wakil Bupati sebagai Pengarah II. Selain itu, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) seperti Kejaksaan dan Kepolisian juga dilibatkan dalam struktur tersebut.

"Saya baru saja selesai bertemu Ibu Bupati untuk membicarakan program Kampung Nelayan serta pembentukan tim percepatan ini. Insyaallah, Senin pekan depan kami akan menggelar rapat bersama," ujar Kepala Dinas Perikanan Donggala, Ali Assegaf, saat ditemui wartawan usai pertemuan dengan Bupati, Kamis (10/9).

Ali menjelaskan bahwa tim ini melibatkan akademisi, Forkopimda, serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Anggota tim nantinya akan dibagi ke dalam beberapa kelompok kerja (pokja) yang memiliki tanggung jawab spesifik.

"Tentu kalau kami di Dinas Perikanan akan fokus pada persoalan teknis. Sementara OPD lain, contohnya Dinas Kominfo, akan bertanggung jawab menyangkut publikasi dan pemberitaan," bebernya.

Ketika ditanya mengenai total usulan program tersebut, Ali mengungkapkan bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Donggala awalnya mengusulkan sebanyak 12 kampung nelayan ke pemerintah pusat. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan hanya mengakomodasi setengahnya.

"Dari 12 yang diusulkan, kementerian hanya menyetujui 6 kampung nelayan untuk Kabupaten Donggala," jelas Ali.

Dari 6 program yang disetujui tersebut, 2 kampung nelayan saat ini sudah masuk dalam proses pembangunan fisik, yaitu di Desa Batusuya dan Desa Pangalasiang. Sementara itu, 4 kampung nelayan lainnya masih dalam tahap penyelesaian administrasi status lahan, meliputi wilayah Boneoge, Wani, Kulolu, dan Desa Lero Tatari.

"Total anggaran yang dikucurkan bersumber dari APBN untuk 6 kampung nelayan di Pemda Donggala ini mencapai Rp30,2 miliar," pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli 
Editor: Udin Salim

Apa Reaksimu?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow